bogortraffic.com, BOGOR – Anggota Komisi I DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, menyatakan bahwa isu mengenai kejelasan regulasi dan pembagian tugas antar kementerian serta lembaga dalam memberantas judi online akan menjadi agenda penting di Komisi I DPR RI.
Menurutnya, penegasan aturan dan pembagian tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang jelas sangat diperlukan agar pemberantasan judi online dapat dilakukan dengan efektif.
“Peraturan perundang-undangan harus jelas, begitu pula pembagian tupoksi antara kementerian dan lembaga terkait. Komdigi berperan di mana, Siber Polri bergerak di mana, BSSN juga berperan di mana. Ini yang akan menjadi isu pembahasan di Komisi I,” ujar Rizki di Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/11).
Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas maraknya kasus judi online yang masih meresahkan masyarakat. Terbaru, 11 pegawai yang merupakan oknum dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) ditangkap karena terlibat dalam jaringan judi online.
Rizki berharap Kemenkomdigi memperkuat program edukasi untuk masyarakat agar lebih sadar akan bahaya judi online serta kebijakan-kebijakan yang mendukung pemberantasannya.
“Masyarakat harus teredukasi dengan baik. Sebaik apa pun undang-undang, selama tidak mengakar atau didukung masyarakat, maka upaya ini akan sulit untuk optimal,” tambahnya.
Selain itu, Rizki juga menekankan pentingnya koordinasi yang intensif antara Komisi I DPR RI dengan mitra kerja seperti Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam mengatasi permasalahan ini.
Rizki turut mengapresiasi ketegasan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam merespons kasus judi online yang melibatkan pegawai di kementeriannya.
“Beliau sudah sampaikan bahwa beliau tidak akan main-main jika ada jajaran kementeriannya yang terlibat dalam judi online,” katanya.
Ia menambahkan bahwa sejak Komisi I DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika—sekarang menjadi Kemenkomdigi—upaya pemberantasan judi online sudah menjadi prioritas.
“Dengan pimpinan, anggota baru, serta semangat menteri baru, saya yakin upaya pemberantasan judi online akan lebih kuat ke depannya,” tutup Rizki.






