Kemenkop Dorong KDKMP Jadi Pilar Ekonomi Mandiri dan Kompetitif

Kemenkop menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemetaan Potensi Usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)

bogortraffic.com, BOGOR – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan komitmennya untuk memperkuat kiprah koperasi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi desa.

Untuk itu, optimalisasi potensi dan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola koperasi menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Bacaan Lainnya

Dalam upaya membangun ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan, Kemenkop menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemetaan Potensi Usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melalui Bimtek ini, Kemenkop berharap KDKMP dapat dikelola secara profesional dan berbasis pada potensi lokal.

Dengan pendekatan tersebut, koperasi diharapkan menjadi wujud nyata pembangunan ekonomi desa yang tangguh dan mandiri.

“Kami ingin memastikan setiap koperasi desa dan kelurahan memiliki data potensi usaha yang valid dan terstandar, Dengan begitu, mereka bisa menyusun rencana bisnis yang konkret, berbasis potensi lokal, dan benar-benar kompetitif,” kata Asisten Deputi Pemetaan Potensi Usaha Kemenkop, Lely Hiswendari, saat membuka kegiatan Bimtek di Lombok, Sabtu (25/10).

Lely menyoroti pentingnya validitas data desa, sebab data yang akurat akan membantu pengelola Kopdes memahami sektor unggulan di wilayahnya untuk kemudian dikembangkan menjadi peluang bisnis yang nyata.

Sebagai upaya untuk memperkuat basis perencanaan pengembangan KDKMP, Lely menegaskan bahwa Kemenkop saat ini telah menyiapkan tenaga pendamping berupa Business Assistant (BA) dan Project Management Officer (PMO).

Kehadiran mereka diharapkan dapat mempercepat operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih di setiap wilayah.

Lely juga mendorong agar KDKMP bersinergi dengan berbagai pihak ataupun lembaga ekonomi di desa lainnya seperti Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan Stasiun Pengisian BBM Umum Nelayan (SPBUN).

“Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan tangguh,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif Kemenkop ini.

Ia membenarkan bahwa koperasi desa memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja.

“Harapannya, koperasi dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui program Desa Agromaritim,” ungkapnya.

Menurut Ahmad Masyhuri, NTB memiliki potensi agrimaritim yang melimpah yang dapat dikelola KDKMP, mulai dari rumput laut, perikanan tangkap, garam rakyat, hingga komoditas jagung, tembakau, dan sapi potong.

Berdasarkan Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (SIMKOPDES), perkembangan koperasi di NTB menunjukkan hasil positif: 84 persen KDKMP memiliki akun microsite, dan 7 persen koperasi telah menjalin kemitraan usaha.

Bimtek ini digelar di Lombok Plaza Hotel & Convention, NTB, dengan menghadirkan narasumber kompeten lintas kementerian dan BUMN untuk memperkuat ekosistem KDKMP.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan