Picu Kesadaran Warga, Jenal Mutaqin Dorong Konsisten Pengelolaan Sampah

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin apresiasi pengelolaan sampah mandiri warga Gunung Batu dalam ajang Bogor Bersih.

bogortraffic.com, KOTA BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengajak seluruh warga Bogor mengelola sampah secara mandiri untuk pelestarian lingkungan hingga pemenfaatan lahan hujau.

Ajakan tersebut Ia ungkapkan saat kunjungan ke Kampung Hegarmanah I RT 03/RW 08 dan Kampung Sindangrasa RT 04/RW 06 yang berada di Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat, Senin (26/10/2026).

Bacaan Lainnya

​“Event Bogor Bersih ini trigger, menjadi sebuah pemicu warga untuk menunjukkan kepada pemerintah dalam pengelolaan lingkungan masing-masing. Dengan harapan terus konsisten dan berkelanjutan,” ujar Jenal Mutaqin.

​Ia menambahkan, pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat harus terus dijaga melalui pemilahan sampah dari rumah tangga maupun kegiatan kelompok seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) atau Kelompok Tani Dewasa (KTD).

​“Ini butuh semangat dan konsistensi dari warga. Di samping aparat wilayah, camat, lurah, RT, dan RW yang terus mengajak warga untuk mengelola sampah dengan baik,” ucapnya.

​Ia menegaskan, pengelolaan lingkungan yang baik akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam upaya mengantisipasi bencana di tengah cuaca ekstrem seperti saat ini.

​“Kalau pengelolaannya baik, kita hasilkan hal yang positif. Banjir bisa kita tangani, pupuk bisa kita hasilkan, sampah nonorganik bisa jadi kerajinan dan dijual. Tinggal tadi, butuh saling support,” ungkapnya.

​Ketua RW 08, Eko Romli, menjelaskan bahwa wilayahnya dihuni sekitar 57 kepala keluarga (KK) atau 217 jiwa. Saat ini, terdapat 83 nasabah bank sampah yang dibentuk secara mandiri oleh warga.

​“Memang belum maksimal, karena kita baru berjalan tiga bulan. Tentu ini juga menjadi PR kita semua bagaimana ke depan edukasi ataupun pemahaman kepada warga harus terus kita lakukan,” jelas Eko Romli.

​Eko Romli mengungkapkan, pihaknya sempat menguji coba perhitungan sampah di satu RT yang dibuang ke TPAS Galuga. Dari rata-rata 165,3 kilogram per hari, pada perhitungan 20 Oktober angka yang dibuang ke TPAS Galuga berkurang drastis.

​“Totalnya itu kalau kita hitung secara rata-rata itu di 165,3 kilogram per hari. Itu sampah di RT 3 saja. Di bulan Oktober ketika tanggal 20 Oktober kemarin kita coba hitung lagi, ternyata yang kita buang ke Galuga saat ini hanya 17,24 persen,” ungkapnya.

​Sementara itu, sampah lainnya telah diolah secara mandiri oleh warga menjadi pupuk kompos dan kerajinan tangan.

​“Mudah-mudahan ini menjadi motivasi kepada warga, bahwa sampah ini juga bisa menghasilkan income atau ekonomi tambahan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan