bogortraffic.com, NEW DELHI — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mempertegas komitmen diplomasi iklim melalui kehadiran delegasi Indonesia BRICS Senior Officers Meeting 2026 di New Delhi, India, Senin (17/8/2026).
Pertemuan pejabat senior ini menjadi bagian dari rangkaian Environment Working Group (EWG) dan Contact Group on Climate Change and Sustainable Development (CGCCSD) untuk memfinalisasi Joint Ministerial Statement menjelang BRICS Environment Ministers Meeting.
Ketua Delegasi Indonesia sekaligus Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim KLH/BPLH, Ary Sudijanto, menekankan pentingnya posisi aliansi BRICS dalam memastikan transisi hijau global yang inklusif dan berpihak pada negara berkembang.
”Bagi Indonesia, adaptasi berhasil ketika kebijakan yang kuat dan sains yang andal dipadukan dengan partisipasi aktif masyarakat lokal yang berada di garis depan dampak iklim,” tegas Ary.
Dalam forum internasional tersebut, Indonesia membagikan berbagai rekam jejak program aksi iklim berbasis masyarakat di tingkat tapak:
- Program Kampung Iklim (ProKlim): Pemberdayaan iklim lokal yang telah menjangkau lebih dari 12.000 titik di seluruh Indonesia.
- Pengelolaan Sampah Kerakyatan: Efektivitas pengelolaan sampah mandiri lewat Bank Sampah dan pelatihan bisnis daur ulang.
- Pengendalian Karhutla: Sinergi teknologi pemantauan SiPongi dan partisipasi aktif Masyarakat Peduli Api (MPA) di lahan gambut.
Kontribusi aktif Indonesia berhasil mengawal finalisasi dokumen Joint Ministerial Statement yang mengusung prinsip kesetaraan dan keadilan ekologi.
Dokumen strategis ini dijadwalkan diadopsi secara resmi pada BRICS Environment Ministers Meeting, Selasa (18/8/2026). Kehadiran ini sekaligus membuktikan peran proaktif Indonesia dalam merancang tata kelola lingkungan global.





