Jaga Alam, PGE Area Lahendong Lindungi Satwa Endemik Yaki

PGE Area Lahendong perkuat konservasi satwa endemik Yaki dan kembangkan agroforestri aren di Sulawesi Utara.

bogortraffic.com, TOMOHON – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong, Sulawesi Utara, memperkuat upaya konservasi keanekaragaman hayati melalui perlindungan satwa endemik Yaki (Macaca nigra) serta pengembangan agroforestri aren yang memadukan pelestarian lingkungan dengan potensi ekonomi masyarakat.

Satwa Yaki yang berstatus Critically Endangered (CR) dan dilindungi menjadi salah satu fokus perhatian. Berdasarkan pengamatan lapangan, sebanyak 9 individu monyet Yaki saat ini memasuki tahap habituasi di Hutan Rurukan sebelum dilepasliarkan. Perlindungan ini turut diperkuat melalui program Lestari Manimpang, di mana terpantau lima individu Yaki aktif di area seluas 6,94 hektare.

Bacaan Lainnya

Selain perlindungan fauna, PGE Area Lahendong mengembangkan program SEGARIS PELANGI (Strategi Pengembangan Industri Gula Aren Berbasis Agroforestri dan Pemanfaatan Langsung Panas Bumi). Melalui pendekatan agroforestri di area seluas 6,7 hektare dengan 789 tanaman aren, fungsi vegetasi alami hutan tetap terjaga sembari memberi nilai tambah ekonomi.

General Manager PGE Area Lahendong, Yanuaris Dwi Cahyono, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem sekitar wilayah operasi.

“Konservasi di wilayah Lahendong kami lakukan dengan melihat kondisi lingkungan dan potensi yang ada di sekitar wilayah operasi.Kami terus mendorong kolaborasi degan berbagai pihak agar upaya perlindungan ekosistem dan satwa dapat berjalan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Yanuaris.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PGE Ahmad Yani menekankan bahwa operasional energi bersih harus berjalan berdampingan dengan aspek ekologis dan sosial.

“Pengembangan panas bumi perlu melihat konteks ekologis dan sosial di setiap wilayah operasi. Bagi PGE, keberlanjutan merupakan bagian dari bagaimana kami menjalankan operasional dan mengembangkan potensi panas bumi dengan tetap memperhatikan perlindungan keanekaragaman hayati serta manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” kata Ahmad Yani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan