bogortraffic.com, JAKARTA – Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan udara menyusul peningkatan jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence).
Perhatian terutama diarahkan ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat yang mencatat lonjakan hotspot tertinggi.
Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga Jumat (2/10/2026) pukul 21.10 WIB, terdeteksi 1.271 hotspot high confidence secara nasional. Jumlah ini naik dari 582 titik pada hari sebelumnya.
Pada enam provinsi prioritas, hotspot high confidence tercatat di Kalimantan Tengah (355 titik), Kalimantan Barat (246 titik), Sumatera Selatan (83 titik), dan Kalimantan Selatan (42 titik), sementara Riau dan Jambi tercatat nihil.
Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit, bukan jumlah kejadian kebakaran atau luas area terbakar. Oleh karena itu, setiap indikasi wajib diverifikasi melalui groundcheck di lapangan.
Pengendalian karhutla dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemda, relawan, dan dunia usaha. Sebanyak 61 unit armada udara disiagakan, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk water bombing.
Operasi udara berjalan beriringan dengan pemadaman darat, penyekatan, hingga pendinginan, terutama pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.
Selain penanganan api, pemerintah memantau kualitas udara berbasis PM2,5. Sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori baik hingga sedang, namun beberapa titik di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua berada di kategori tidak sehat hingga berbahaya. Masyarakat dianjurkan memakai masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan jika kualitas udara memburuk.
Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) juga memantau dampak karhutla terhadap satwa liar. Masyarakat diimbau tidak melakukan evakuasi satwa secara mandiri dan segera melapor jika menemukan satwa terdampak.
Laporan terkait asap, titik api, atau satwa liar dapat disampaikan ke Posko Karhutla Kementerian Kehutanan melalui telepon 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.





