bogortraffic.com, KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah menyiapkan berbagai langkah strategis guna meningkatkan angka kunjungan wisatawan pada 2025.
Upaya ini menjadi respon atas penurunan okupansi hotel yang terjadi setelah berkurangnya kegiatan dinas instansi, kementerian, dan lembaga di berbagai daerah, termasuk Kota Bogor.
Sebagai kota jasa dan perdagangan, Bogor merasa dampak langsung dari perubahan kebijakan tersebut. Dua hotel di Kota Bogor telah mengumumkan penutupan operasional, dan tidak menutup kemungkinan hotel lain juga akan menyusul jika situasi tidak segera membaik.
Menanggapi kondisi ini, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap kegiatan kementerian dan lembaga, dengan mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi baru.
“Rencana Pemkot Bogor untuk mendorong hal ini adalah dengan menyelenggarakan program paket wisata ‘Bogor Hotel Great Sale’, yang nantinya bisa digabungkan dengan tiket masuk objek wisata seperti Kebun Raya Bogor, Museum, dan destinasi lainnya,” ujar Dedie, Jumat (25/4/2025).
Selain itu, Pemkot juga berencana menghidupkan kembali program Istana Open, yang sebelumnya menjadi daya tarik utama wisata Kota Bogor. Menurut Dedie, kehadiran destinasi baru maupun revitalisasi atraksi lama akan meningkatkan minat kunjungan masyarakat dan wisatawan domestik.
Dalam jangka menengah, Dedie menyampaikan komitmennya untuk menarik investor melalui kemudahan perizinan dan optimalisasi aset daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Kami ingin sektor pariwisata bisa menjadi tulang punggung baru ekonomi Kota Bogor, bukan hanya untuk mendongkrak okupansi hotel, tapi juga untuk menggerakkan UMKM dan membuka lapangan kerja,” katanya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kota Bogor berharap mampu membangkitkan kembali industri pariwisata lokal yang terdampak dan mendorong pemulihan ekonomi secara berkelanjutan.






