bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dan Wakil Bupati, H. Ade Ruhandi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menerima rapor positif dari masyarakat. Berdasarkan data survei kepuasan publik terbaru dari lembaga Visi Nusantara, rata-rata indeks kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemda Bogor mencapai angka signifikan sebesar 83,29%.
Angka ini mencerminkan apresiasi besar masyarakat terhadap berbagai program kerja yang telah dijalankan di berbagai sektor pembangunan dan pelayanan publik di Bumi Tegar Beriman.
Pembangunan infrastruktur menjadi sektor yang paling diapresiasi oleh warga Bogor dengan tingkat kepuasan tertinggi mencapai 92,19%. Keberhasilan masif di sektor fisik ini disusul oleh sektor Kebudayaan yang meraih skor 91,50%, menunjukkan bahwa modernitas pembangunan di Bogor tetap berjalan selaras dengan pelestarian nilai-nilai lokal.
Selain itu, sektor pengelolaan lingkungan dan komunikasi publik juga menunjukkan performa yang solid, masing-masing berada di angka 89,13% dan 88,94%. Hal ini menandakan pola komunikasi pemerintah daerah dinilai cukup transparan dan responsif oleh masyarakat.
Meski secara umum berada di zona hijau, beberapa sektor tetap menjadi catatan untuk pengembangan ke depan, yakni sektor ekonomi di angka 72,94%, ketenagakerjaan 73,56%, dan pertanian 72,88%.
Rata-rata kepuasan sebesar 83,29% ini menjadi amanah sekaligus motivasi bagi pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto. Dengan capaian yang melampaui angka 80% secara agregat, duet Rudy-Ade dinilai berhasil menjaga stabilitas daerah sekaligus memenuhi ekspektasi dasar masyarakat.
Pengamat Kebijakan Politik Sosial dan Kebijakan Publik, Yusfitiadi, memaparkan bahwa survei kali ini mencakup 16 indikator kinerja yang komprehensif. Menurutnya, pemerintahan Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi berhasil membangun persepsi positif melalui pembangunan fisik dan komunikasi yang progresif.
Namun, Yusfitiadi memberikan catatan penting untuk langkah ke depan agar capaian ini terus meningkat.
“Pemerintah harus mulai beralih dari sekadar program output menuju program yang berdampak (impactful). Data harus menjadi basis utama dalam menentukan prioritas pembangunan ke depan,” tutup Yusfitiadi.
Berikut adalah rincian tingkat kepuasan di berbagai sektor lainnya:
-
Sosial & Pelayanan Publik: Stabil di kisaran 88% – 86%.
-
Pendidikan: 86,44%.
-
Kesehatan: 85,94%.
-
Keamanan: 84,44%.
-
Hukum: 79,75%.
-
Pemberantasan Korupsi: 79,38%.
-
Transportasi: 74,25%.






