Pj. Bupati Bogor Incar Penertiban Vila Liar di Kawasan Wisata Puncak

Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu. (Foto: Dok istimewa)

bogortraffic.com, CIBINONG – Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, kini mengarahkan fokusnya pada penertiban vila liar di Kawasan Wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Setelah berhasil memindahkan pedagang kaki lima (PKL) ke Rest Area Gunung Mas, Asmawa bertekad untuk menegakkan hukum dan aturan di wilayah tersebut.

“Satu-persatu, pasti (ditertibkan), perintah Pak Gubernur jelas tegakkan aturan, dan selagi saya masih jadi Penjabat di Bogor saya akan menegakkan itu, saya akan menjadikan hukum itu sebagai panglima,” ungkapnya di Cibinong, Minggu.

Bacaan Lainnya

Asmawa menyatakan sudah memiliki data mengenai jumlah bangunan yang melanggar peraturan atau tidak memiliki izin. Namun, ia menegaskan bahwa penertiban akan dilakukan secara bertahap mengingat jumlah bangunan yang perlu ditertibkan cukup banyak.

“Pertama personel kita tidak cukup banyak untuk langsung menyelesaikan semuanya, tapi secara bertahap, saya akan ikuti mekanismenya, aturannya tahapannya akan saya ikuti itu,” ujar Asmawa.

Dalam langkah sebelumnya, Asmawa dengan tegas menggusur dan memindahkan PKL di Kawasan Wisata Puncak meskipun mendapat penolakan dari sebagian pedagang. Ia memastikan bahwa perekonomian para pedagang kaki lima akan menjadi lebih baik setelah pindah ke Rest Area Gunung Mas.

Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyediakan berbagai fasilitas untuk para pedagang, termasuk menggratiskan biaya retribusi selama enam bulan ke depan. Pengelola Rest Area Gunung Mas, PT Sayaga Wisata, bahkan sedang mengintegrasikan pintu keluar masuk Agro Wisata Gunung Mas dengan rest area, agar para pedagang ramai dikunjungi wisatawan.

“Harapan kita perekonomian menjadi lebih baik, karena alur keluar masuk Gunung Mas itu akan melintasi ke sini (Rest Area Gunung Mas),” kata Asmawa.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menggratiskan biaya parkir bagi kendaraan wisatawan yang keluar masuk Rest Area Gunung Mas. Asmawa menilai sistem parkir berbayar yang diterapkan sejak Rest Area Gunung Mas beroperasi pada medio 2023 sebagai salah satu penyebab sepinya pengunjung.

Dengan langkah-langkah ini, Asmawa berharap dapat meningkatkan perekonomian lokal sekaligus menegakkan aturan di wilayah wisata yang populer ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan