Pemkab Bogor Tekan Angka Stunting Lewat Pencegahan Pernikahan Dini dan Program Rumah Cating

Pj Bupati Bogor, Bachril Bakri. (Foto: Dok. ANTARA)

bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berupaya menekan angka stunting yang tinggi dengan berbagai langkah, termasuk pencegahan pernikahan dini dengan melibatkan peran Kantor Urusan Agama (KUA). Penjabat Bupati Bogor, Bachril Bakri, menjelaskan bahwa pernikahan di usia muda menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka stunting di wilayah tersebut.

“Angka pernikahan dini masih sangat tinggi. Bahkan ada yang berusia 23 tahun tapi sudah memiliki tiga anak. Rata-rata mereka menikah di bawah usia 16 tahun, menunjukkan minimnya pemahaman kesehatan, terutama terkait perkembangan janin,” ujar Bachril di Cibinong, Senin (28/10/2024).

Bacaan Lainnya

Bachril berharap KUA berperan aktif dalam menunda pernikahan bagi remaja putri di bawah umur. Ia juga mengapresiasi langkah KUA yang sudah mulai memberikan vitamin kepada calon pengantin sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ibu dan anak.

Kabupaten Bogor mencatat angka stunting sebesar 27,6 persen, tertinggi kedua di Jawa Barat. Untuk itu, Bachril menggulirkan program “Rumah Cating” atau Rumah Cegah Stunting, yang menyediakan makanan tambahan gratis, seperti bubur dan telur, untuk anak-anak terindikasi stunting selama 24 hari.

Selain Rumah Cating, Pemkab Bogor juga menjalankan program orang tua asuh stunting yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di wilayah tersebut sebagai pendamping bagi anak-anak yang rentan stunting.

Menurut Bachril, target stunting nasional pada 2024 adalah 14 persen sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). “Harapan Presiden 14 persen nasional. Harapan saya di Kabupaten Bogor bisa di bawah 20 persen,” pungkas Bachril.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan