bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong percepatan infrastruktur daerah dengan merancang pembangunan Hotel Syariah yang akan dibangun di area Komplek Masjid Raya Kabupaten Bogor. Detail Engineering Design (DED) hotel ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025, dan pelaksanaan pembangunan dimulai pada 2026.
“Rencananya (Hotel Syariah) dibangun 2026, review DED-nya kita laksanakan di akhir tahun 2025,” kata Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Hotel Syariah yang dirancang ini akan memiliki dua fungsi utama. Pertama, sebagai asrama haji untuk menampung jemaah asal Kabupaten Bogor. Jika daya tampung masih kurang, maka Hotel Sayaga yang telah ada juga akan difungsikan sebagai alternatif tambahan.
Fungsi kedua dari Hotel Syariah adalah sebagai penginapan komersial, di mana pendapatan dari operasional hotel tersebut akan dialokasikan untuk mendukung operasional Masjid Raya.
“Kalau di asrama atau di embarkasi haji itu satu kamar empat orang. Tapi kami berhitungnya satu kamar dua orang. Kalau satu kamar dua orang kali 250 berarti bisa menampung 500 orang,” jelas Rudy.
Bupati Rudy juga menekankan bahwa efisiensi anggaran menjadi perhatian utama dalam pembangunan proyek ini. Ia membuka peluang kerja sama dengan investor swasta agar pembiayaan tidak sepenuhnya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Sehingga pembangunannya tidak menjadi beban utama APBD sendiri,” imbuhnya.
Hotel ini direncanakan memiliki 200 hingga 250 kamar, yang diproyeksikan mampu mengakomodasi ratusan warga dalam satu waktu, terutama saat masa pemberangkatan haji atau kegiatan keagamaan lainnya





