bogortraffic.com, BOGOR – Hujan deras dan potensi cuaca ekstrem mulai menghantui kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mengimbau seluruh pengelola objek wisata untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang lonjakan kunjungan akhir tahun.
Sastra menilai risiko bencana bisa meningkat seiring kembali beroperasinya beberapa tempat wisata yang sebelumnya sempat dikenakan sanksi oleh pemerintah.
“Terelebih, setelah Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mencabut sangsi terhadap sejumlah tempat wisata di kawasan Puncak Bogor. Setelah lama tidak beroperasi, tentu lebih rawan,” ucap Sastra, beberapa waktu lalu.
Ia mengingatkan para pemilik dan pengelola objek wisata untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memastikan keamanan fasilitas. Menurutnya, tingginya minat wisatawan usai pencabutan segel harus dibarengi dengan kesiapsiagaan maksimal.
“Setelah pencabutan segel pasti antusiasmenya sangat tinggi, sehingga segala risiko harus diantisipasi,” tutur Sastra.
Tidak hanya pengelola wisata, Sastra juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang hendak berkunjung. Ia meminta wisatawan memantau prakiraan cuaca BMKG dan informasi resmi dari pemerintah, mengingat curah hujan di Bogor diprediksi meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
“Cuaca ekstrem dapat menyebabkan berbagai dampak negatif bagi sektor pariwisata, seperti banjir, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur wisata. Sementara, kondisi cuaca yang tidak menentu dapat berdampak signifikan terhadap keselamatan dan kenyamanan wisatawan,” kata dia.
Sastra memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor dan DPRD terus melakukan pengawasan terhadap kesiapan kawasan wisata Puncak, terutama karena sejumlah agenda besar akan digelar pada akhir tahun.
“Khususnya kami dari DPRD Kabupaten Bogor pastikan kondisinya aman dan nyaman bagi wisataan yang berlibur di akhir tahun,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Badan Promosi Wisata Daerah Kabupaten Bogor, Dede Elmo, menegaskan bahwa rencana menggaet wisatawan dilakukan secara terstruktur dan melibatkan berbagai elemen sektor pariwisata.
“Mulai dari Desa Wisara, kelompok sadar wisata, hingga PHRI semua memiliki rencana event wiasata tahun baru termasuk Bogor Puncak Festival yang menjadi rangkaian di dalamnya,” kata Dede.
Melalui koordinasi pemerintah, DPRD, dan pelaku pariwisata, Kabupaten Bogor optimistis mampu menjaga keamanan kawasan Puncak sekaligus menyukseskan agenda wisata akhir tahun.





