Dokter Anak UI Sarankan Orang Tua Hati-Hati Berikan Teh kepada Anak

Aneka Teh. (Foto: Dok. Freepik)

bogortraffic.com, BOGOR- Dokter spesialis anak dari Universitas Indonesia, dr. Ria Yoanita, Sp.A, menyarankan agar para orang tua lebih berhati-hati dalam memberikan teh kepada anak-anak. Ia memperingatkan bahwa teh dapat berdampak negatif pada tumbuh kembang anak, terutama jika diberikan dalam jumlah berlebihan atau pada waktu yang kurang tepat.

Dilansir dari Antara pada Jumat (11/10), dr. Ria menjelaskan bahwa teh tidak mengandung zat gizi makro yang diperlukan untuk pertumbuhan, seperti karbohidrat, protein, dan lemak.

Bacaan Lainnya

“Teh tidak mengandung zat gizi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta hanya sedikit sekali mengandung mineral. Hal ini bisa merugikan bagi anak-anak yang membutuhkan zat gizi lengkap untuk bisa tumbuh dan berkembang,” katanya.

Selain itu, menurut dr. Ria, kandungan polifenol dan asam fitat dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi yang sangat penting bagi anak. Jika anak kekurangan zat besi, ia bisa mengalami anemia defisiensi besi, yang pada akhirnya dapat memperlambat kenaikan berat badan dan berisiko menyebabkan stunting jika tidak segera ditangani.

“Teh mengganggu penyerapan zat besi, anak jadi mudah terkena anemia defisiensi besi, akibatnya terjadi kenaikan berat badan yang seret. Lama kelamaan, ini bisa menyebabkan stunting jika tidak diatasi segera,” jelas dr. Ria.

Ia juga menyarankan agar teh tidak dijadikan minuman pendamping saat makan, karena bisa membuat anak merasa kenyang tanpa mendapatkan nutrisi yang diperlukan. Anak-anak yang minum teh cenderung menolak makanan karena rasa kenyang yang dihasilkan oleh minuman tersebut.

Selain itu, teh mengandung stimulan seperti kafein, theobromine, dan teofilin, yang dapat membuat anak menjadi terlalu aktif dan susah tidur. Teh juga bersifat diuretik, yang membuat anak lebih sering buang air kecil jika minum terlalu banyak.

“Teh dalam kemasan juga sebaiknya dihindari karena kandungan gulanya yang cukup tinggi. Minuman dengan kandungan gula tinggi dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak,” tutup dr. Ria.

Dengan demikian, orang tua diimbau untuk lebih bijak dalam memberikan teh kepada anak-anak dan memastikan asupan minuman yang lebih sehat dan bergizi untuk menunjang tumbuh kembang mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan