Lewat “Mandiri Sahabat Desa”, Bank Mandiri Dukung Pertanian Sorgum di Bogor

Bank Mandiri memberikan edukasi teknik pertanian berkelanjutan dan inovasi agrikultur modern yang berlangsung selama 10 bulan.

bogortraffic.com, BOGOR – Bank Mandiri kembali mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pembangunan nasional dengan mendukung penguatan ekonomi kerakyatan di sektor pertanian.

Lewat program Mandiri Sahabat Desa, Bank Mandiri menggandeng Koperasi Produsen Gerak Nusantara Bogor Raya (K-GNBR) dalam program pemberdayaan pertanian sorgum di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Bacaan Lainnya

Dalam program yang berlangsung selama 10 bulan ini, Bank Mandiri memberikan edukasi tentang teknik pertanian berkelanjutan dan inovasi agrikultur modern. Bank berlogo pita emas ini melatih 50 petani dalam budidaya sorgum, 50 orang dalam produksi olahan pakan ternak, serta 100 orang dalam pengolahan tepung dan produk turunan sorgum.

Tak hanya itu, Bank Mandiri juga mendistribusikan alat produksi pertanian seperti mesin rontok, sosoh, penepung sorgum, serta mesin chopper batang dan daun sorgum, guna memperkuat produktivitas petani. Selain itu, edukasi tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga diberikan untuk mendorong akses pembiayaan produktif dan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.

Program ini dikembangkan secara kolaboratif bersama Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, serta Tambiyaku, salah satu alumni Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2023 yang berpengalaman dalam pertanian dan pengolahan hasil tani.

Peluncuran program ini ditandai dengan pemotongan bulir dan batang sorgum, serta uji coba mesin pertanian bantuan Bank Mandiri di lokasi pada Rabu (30/7), disaksikan oleh Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa PDT Tabrani, Regional CEO Bank Mandiri Region V/Jakarta 3 Lourentius Aris Budiyanto, dan Founder & CEO Tambiyaku Muhammad Bayu Hermawan.

“Sorgum adalah cermin kemandirian desa. Melalui budidaya sorgum, kita bukan hanya menanam benih pangan, tetapi juga benih harapan, kedaulatan, dan kemajuan desa. Kegiatan ini merupakan wujud nyata gotong royong dalam pembangunan desa,” ujar Ahmad Riza Patria.

Ia menekankan bahwa desa bukan hanya penerima pembangunan, melainkan aktor utama pembangunan itu sendiri. Program ini menjadi inspirasi bagi semua pihak tentang potensi desa sebagai pusat inovasi dan ketahanan pangan.

“Kami berharap program Mandiri Sahabat Desa ini mampu meningkatkan hasil panen, menciptakan lapangan kerja baru, serta melibatkan perempuan desa dalam pembudidayaan sorgum,” kata Aris Budiyanto, Regional CEO Bank Mandiri Region V/Jakarta 3.

Langkah strategis Bank Mandiri ini sejalan dengan semangat HUT ke-80 Kemerdekaan RI: Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, serta mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam hal kedaulatan pangan, aktivasi lahan tidur, dan pengurangan ketimpangan ekonomi antarwilayah.

Program ini diproyeksikan menghasilkan 40–50 ton sorgum per bulan dari lahan seluas 10 hektare, dengan potensi harga jual sorgum Rp5.000–6.000/kg.

Aris menegaskan bahwa Mandiri Sahabat Desa juga dirancang untuk mendorong pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.

“Kami ingin membangun desa yang lebih kompetitif dan mandiri, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memperluas program Mandiri Sahabat Desa lewat kolaborasi dengan berbagai pihak,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan