Bukan Cuma Modal, Kepercayaan Jadi Kunci Sukses Kemitraan Internasional PLN Nusantara Power

Teng Yue dalam mini talkshow PLN Nusantara Power pada Electricity Connect 2026 mengungkapkan pengalamannya bahwa perbedaan budaya tidak perlu dihilangkan untuk mencapai tujuan bersama dalam kerja sama perusahaan patungan Indonesia dan Tiongkok.

bogortraffic.com, JAKARTA – Membangun fasilitas pembangkit listrik lintas negara tidak hanya membutuhkan kesiapan modal dan teknologi, melainkan fondasi kepercayaan antar-mitra.

Pembelajaran penting mengenai tata kelola kolaborasi global tersebut dibagikan oleh PLN Nusantara Power (PLN NP) Group dalam mini talkshow bertajuk “Investing Beyond Borders – Different Cultures, One Shared Goal” pada ajang Electricity Connect 2026, Rabu (23/9/2026).

Bacaan Lainnya

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Nusantara Power, Dwi Hartono, menegaskan bahwa menyatukan keahlian dan cara pandang yang beragam merupakan prasyarat utama keberhasilan proyek strategis.

“Kemitraan global bukan hanya tentang mempertemukan modal dengan proyek. Yang lebih penting adalah mempertemukan kekuatan dan keahlian yang berbeda dalam satu tujuan. Di situlah kepercayaan, komunikasi, dan tata kelola menjadi fondasi agar perbedaan dapat berubah menjadi kekuatan,” ujar Dwi Hartono.

Keberhasilan pendekatan ini tefleksikan pada pembangunan PLTS IKN berkapasitas 50 MW melalui PT Nusantara Sembcorp Solar Energi (NSSE), hasil kolaborasi PLN Nusantara Renewables dengan Sembcorp Utilities Pte. Ltd. Portfolio Managemnet Manager PLN NR, Adrian Akbar Untoro, menyebut komunikasi terbuka menjadi kunci menyatukan dua entitas berbeda.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun komunikasi dan hubungan dengan mitra. Hal yang paling mendasar adalah membangun kepercayaan. Ketika kepercayaan sudah terbentuk, berbagai persoalan yang muncul dapat dibicarakan dan diselesaikan bersama untuk mencapai target yang sama,” kata Adrian.

Senada dengan hal tersebut, Senior Manager Asset Management Sembcorp Industries Ltd., Renata Adriani, menilai dinamika diskusi justru melahirkan keputusan terbaik.

“Perbedaan pendapat merupakan bagian dari hubungan yang sehat. Yang penting adalah kita tetap memiliki tujuan yang sama, saling mendengarkan, memahami perspektif masing-masing, lalu mencari titik tengah yang dapat dijalankan bersama,” tutur Renata.

Pengalaman serupa dirasakan pada operasional PLTU Jawa 7 melalui PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB). Management Partner SGPJB, Teng Yue, menekankan pentingnya saling menghargai budaya lokal dalam kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok.

“Budaya yang berbeda tidak harus dibuat sama untuk mencapai tujuan yang sama. Yang penting adalah menghormati konteks lokal, menghargai keahlian masing-masing pihak, serta menyelaraskan komitmen sejak awal,” ucap Teng Yue.

“Kemitraan yang kuat bukan hanya tentang menyelesaikan proyek, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang,” lanjutnya.

Melalui kemitraan strategis ini, PLN NP berkomitmen terus memperluas kolaborasi internasional untuk mendukung transisi energi bersih di Indonesia.

“Kami ingin setiap kemitraan yang dibangun PLN NP memberikan nilai yang lebih besar daripada jika masing-masing pihak berjalan sendiri. Modal dan teknologi memang penting, tetapi ketika keduanya dipadukan dengan pemahaman lokal, pengalaman internasional, dan kepercayaan, di situlah tercipta nilai tambah yang berkelanjutan,” tutup Dwi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan