bogortraffic.com, LUWU TIMUR – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda) (SCI) dan PT Luwu Timur Gemilang (Perseroda) (LTG) untuk membentuk perusahaan patungan dalam rangka pengembangan tambang nikel di Blok Pongkeru, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan oleh Direktur Utama Antam, Nico Kanter, Direktur LTG, Iwan Usman, dan Plt. Direktur Utama SCI, Machmud Achmad. Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, serta Bupati Luwu Timur, Budiman, turut hadir menyaksikan momen penting tersebut.
Direktur Utama Antam, Nico Kanter, menyampaikan bahwa pembentukan perusahaan patungan ini merupakan sinergi antara BUMN dan BUMD yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi nikel di Blok Pongkeru. “Kami sangat optimis bahwa kerja sama ini akan menciptakan dampak positif, tidak hanya bagi perekonomian lokal, tetapi juga untuk skala nasional. Selain itu, proyek ini akan dijalankan sesuai prinsip Good Mining Practice, sehingga dapat menjadi contoh pengelolaan tambang yang ramah lingkungan,” ujar Nico.
Proyek ini juga akan berfokus pada praktik pertambangan berkelanjutan atau green mining, yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah jangka panjang bagi industri nikel di Indonesia.
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan langkah penting bagi perkembangan ekonomi Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Luwu Timur. Ia berharap proyek ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, terutama melalui peningkatan di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
“Kerja sama ini adalah sebuah tonggak sejarah bagi provinsi dan Kabupaten Luwu Timur. Kami berharap proyek ini akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta memberdayakan masyarakat lokal, khususnya melalui pengembangan UMKM,” ujar Zudan.
Bupati Luwu Timur, Budiman, menambahkan bahwa pengalaman Luwu Timur dalam mengelola tambang, terutama dengan keberadaan PT Vale yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun, akan sangat membantu pengembangan tambang nikel ini. Budiman juga optimistis sumber daya manusia lokal siap terlibat dalam pengembangan tambang ini. “Kami berharap, dengan adanya tiga blok tambang yang dikembangkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa mencapai Rp 3-4 triliun,” kata Budiman.
Pemain Baru dalam Industri Nikel Nasional
Perusahaan patungan ini akan mengelola Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) di Blok Pongkeru, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri ESDM No. T-304/MB.04/MEM.B/2024.
“Kami yakin bahwa dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, perusahaan ini akan mampu berkontribusi besar terhadap pengembangan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nico.
Perusahaan patungan ini diharapkan menjadi pemain kunci dalam rantai bisnis nikel di Indonesia, dengan kontribusi signifikan bagi sektor pertambangan nasional.






