Tanoto Foundation Tekankan Pentingnya Investasi dalam Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini

Acara International Symposium Early Chilhood Education and Development (ECED) Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Jakarta pada Rabu, 20 November 2024. (Foto: Dok. KemenPPPA)

bogortraffic.com, BOGOR- Country Head Tanoto Foundation, Inge Kusuma menekankan pentingnya investasi dalam pendidikan dan pengasuhan anak usia dini sebagai kunci membangun sumber daya manusia (SDM) unggul di Indonesia.

Ia menyoroti bahwa periode emas perkembangan anak terjadi pada usia 0-5 tahun. Pada periode ini, otak anak berkembang pesat, hingga 80 persen pada tiga tahun pertama.

Bacaan Lainnya

“Pengasuhan dan pendidikan berkualitas adalah hak dasar setiap anak. Ini merupakan langkah strategis untuk memutus siklus kemiskinan dan menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan,” tekannya dalam acara International Symposium Early Chilhood Education and Development (ECED) Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Jakarta pada Rabu, 20 November 2024.

ECED, lanjut Inge, ini bertujuan mendukung kebijakan dan layanan PAUD di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, diharapkan setiap anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Simposium ini juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas tenaga PAUD dan alokasi sumber daya yang memadai sebagai bagian dari upaya kolektif mewujudkan generasi Indonesia yang cerdas, sehat, dan berdaya saing,” tuturnya.

Inge menjelaskan bahwa investasi pada anak usia dini adalah warisan terbaik untuk generasi mendatang.

“Simposium ini menjadi momen penting untuk mendorong komitmen bersama dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik melalui pendidikan anak usia dini,” jelasnya.

Untuk dipastikan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) ini memang mempunyai dampak optimal kepada anak usia dini, Inge menyampaikan bahwa kesuksesannya pasti dampak hanya bisa unggul dalam jangka panjang.

Misalnya, dalam ECED yang sekarang sudah dibuat setidaknya ada lima yang akan kami lakukan dan diunggulkan dari masing-masing gugus.

“Pertama adalah penelitian, jumlah penelitian yang cukup mengenai PAUD di Indonesia yang sangat kurang. Kedua mengenai pelayanan PAUD yang harus kualitasnya meningkat,” ujarnya.

Ketiga, mengenai edukasi masyarakat mengenai PAUD, termasuk dengan media dan terakhir adalah peningkatan kualitas tenaga PAUD, itu juga diperlukan.

“Tentu saja tadi yang disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengenai kebijakan regulasi jadi kesuksesannya ini ada di lima sektor tersebut  dan akhirnya harus menjadi bangsa yang kuat dan masyarakat yang ketambuh di kemudian hari,” pungkasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan