bogortraffic.com, BOGOR – Program Desa Berdaya yang dijalankan oleh MahaDasha Group dan Tiara Marga Trakindo (TMT) memasuki tahun kedua pelaksanaan di Kampung Pedurenan dan Kampung Selaawi, Desa Ciburayut, Kabupaten Bogor.
Program berlangsung pada 26 November dan 3 Desember 2025 sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
“Di tahun kedua, 2025 ini, kami menitikberatkan pada tranformasi sanitasi, kesehatan, ekonomi keluarga, serta pengembangan berkelanjutan kapasitas demi mendorong kemandirian warga,” kata Corporate Communication Manager MahaDasha Group, Rani Hartanti, dikutip Minggu, 7 Desember 2025.
Rani menjelaskan bahwa tahun 2025 merupakan fase penting dalam pembentukan fondasi sebelum memasuki tahun ketiga, saat kemandirian masyarakat desa ditargetkan tercapai. Pada fase pertama, program telah menghasilkan peningkatan akses pangan bergizi berbasis lokal, air bersih, dan fasilitas sanitasi bagi 30 kepala keluarga.
“Sementara di tahun kedua ini, outcome yang diharapkan berupa peningkatan taraf ekonomi bagi 30 KK, peningkatan status gizi bagi 30 ibu hamil dan balita, serta dibangunnnya jamban sehat di 40 rumah,” jelas Rani.
Tantangan Sosial dan Kemiskinan di Desa Ciburayut
Desa Ciburayut memiliki 3.691 kepala keluarga dengan 13.383 jiwa. Berdasarkan pemetaan sosial, desa ini menghadapi sejumlah persoalan mendasar:
- Hanya 30% atau 1.384 keluarga yang memiliki jamban.
- 570 keluarga masuk kategori pra-sejahtera.
- Risiko kekeringan serta keterbatasan air bersih tinggi.
- Kasus stunting masih ditemukan.
- 402 anak tercatat putus sekolah.
Kondisi ini mencerminkan tantangan nasional yang serupa. Badan Pusat Statistik mencatat 25,22 juta penduduk Indonesia masih berada dalam kategori miskin per Maret 2024, dengan Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah penduduk miskin tertinggi.
Rentetan persoalan mulai dari minimnya akses pendidikan, pangan bergizi, hingga fasilitas kesehatan, menurunkan daya saing masyarakat desa di masa depan dan berpotensi melanggengkan siklus kemiskinan.
Program Terintegrasi Selama Tiga Tahun
Program Desa Berdaya dijalankan melalui skema employee volunteerism, melibatkan karyawan dan manajemen MahaDasha Group serta TMT. Hingga tahun kedua, total donasi yang disalurkan mencapai Rp 1,3 miliar.
Direktur Utama MahaDasha Group, Saidinur, menegaskan bahwa Desa Berdaya dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa di berbagai bidang.
“Melalui program ini diharapkan setelah tiga tahun kualitas hidup masyarakat dapat meningkat serta Desa Ciburayut dapat berdiri sebagai desa tangguh dan berdaya agar dapat mengelola berbagai potensi dan menghadapi berbagai tantangan kesehatan maupun ekonominya secara mandiri,” kata Saidinur.
Program ini sejalan dengan visi pendiri Grup TMT, Met Hamami, yang menekankan pentingnya kontribusi sosial perusahaan di samping keberhasilan bisnis.
Rangkaian Program Tahun 2024–2025
Pada tahun pertama (2024), program fokus pada:
- Pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) dan MCK
- Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
- Penguatan kapasitas kader Posyandu
- Peningkatan kesehatan ibu dan anak
Di tahun kedua (2025), aktivitas diarahkan pada:
- Edukasi PHBS di lingkungan sekolah
- Coaching UMKM untuk peningkatan ekonomi keluarga
- Edukasi bagi ibu hamil
- Revitalisasi Posyandu
- Pembuatan Budikdamber (Budidaya ikan dalam ember) untuk memperkuat ketahanan pangan dan nutrisi keluarga
Program Desa Berdaya akan terus berlanjut hingga tahun ketiga dengan target akhir berupa kemandirian penuh masyarakat Desa Ciburayut melalui sanitasi layak, ekonomi keluarga yang stabil, serta pola hidup sehat yang berkesinambungan.





