bogortraffic.com, KOTA BOGOR – Jumlah penduduk Kota Bogor terus mengalami peningkatan dalam empat tahun terakhir, namun armada angkutan kota (angkot) justru tercatat mengalami penurunan.
Berdasarkan data BPS dan Dinas Perhubungan Kota Bogor periode 2022–2025, jumlah penduduk naik 10,88 persen, sementara armada angkot berkurang 14,44 persen.
Data BPS Kota Bogor mencatat jumlah penduduk tumbuh bertahap dari 1,04 juta jiwa pada 2022 menjadi 1,16 juta jiwa pada 2025. Sebaliknya, data Open Data Kota Bogor menunjukkan jumlah armada angkot menyusut dari 3.172 unit pada 2022 menjadi tinggal 2.714 unit pada 2025.
Penurunan jumlah armada tersebut merupakan dampak dari implementasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 8 Tahun 2023 tentang Transportasi. Pemerintah Kota Bogor melakukan rasionalisasi angkot dan mengalihkan sebagian layanannya ke transportasi massal terintegrasi BisKita.
Dalam skema penataan tersebut, sebanyak 108 unit angkot digantikan dengan 49 armada BisKita Trans Pakuan. Selain itu, sebanyak 203 unit angkot lainnya ditarik dari operasional jalanan tanpa penggantian armada baru.
Meski jumlah angkot berkurang, tingkat pemanfaatan angkutan umum oleh masyarakat Kota Bogor pada 2025 tercatat masih lebih tinggi 12,23 persen jika dibandingkan dengan capaian pada 2022, mengindikasikan pergeseran pola mobilitas warga ke arah angkutan umum massal.





