Keliru Naiki Motor Orang Lain Akibat Mabuk, Pria di Bogor Tengah Diteriaki Maling

Geger pria di Bogor Tengah dihakimi warga karena dikira maling motor. Ternyata salah motor akibat mabuk. Simak kronologi lengkap dari Kapolsek Bogor Tengah. [Ilustrasi by Gemini AI]

bogortraffic.com, BOGOR – Seorang pria berinisial MRA (25) menjadi sasaran amuk massa di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Insiden tragis ini terjadi setelah pria tersebut diteriaki maling karena keliru menaiki sepeda motor milik orang lain yang mirip dengan kendaraannya sendiri.

Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Beruntung, nyawa MRA berhasil diselamatkan setelah warga menyerahkannya kepada pihak kepolisian yang sedang berpatroli.

Bacaan Lainnya

“Menurut keterangan saksi tukang parkir, melihat pelaku datang sendiri menggunakan motor Vario 160 warna Merah nopol F-2362-FIH,” kata Kompol Waluyo, Jumat (20/3/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi di lokasi kejadian, MRA tiba di kawasan Jalan Merdeka dengan kondisi fisik yang tidak stabil. MRA datang sambil sempoyongan dan terlihat seperti orang yang sedang berada di bawah pengaruh alkohol (mabuk).

Setelah memarkirkan motor Vario merah miliknya di pinggir jalan, MRA sempat pergi ke sebuah minimarket. Namun, saat kembali, ia justru kehilangan arah dan tidak menuju ke motor aslinya.

“Lalu ditinggalkan pergi ke minimarket, lalu beberapa saat kembali lagi namun tidak mengambil motornya,” jelas Waluyo.

MRA justru berjalan menuju area parkiran lain yang terdapat motor dengan jenis dan warna yang identik dengan miliknya. Di sana, ia mencoba memasukkan kunci ke motor Honda Vario 160 warna merah dengan nopol F-2356-FHU milik orang lain.

Saksi yang curiga kemudian menegur MRA, namun karena kondisinya yang mabuk, jawaban MRA tidak jelas sehingga memicu kecurigaan warga sekitar.

“MRA malah pergi ke parkiran di tempat lain. Dia memutar-mutar kunci motor Honda Vario 160 warna merah nopol F-2356-FHU milik korban,” lanjut Waluyo.

Kecurigaan memuncak saat warga menanyakan surat-surat kendaraan (STNK) kepada MRA. Ketidakmampuan MRA memberikan jawaban yang sinkron membuat warga spontan meneriakinya maling.

“Lalu ketika ditanyakan STNK dia tidak nyambung menjawabnya sehingga saksi menduga bahwa pelaku akan mencuri dan meneriaki maling sehingga mengundang massa yang spontan memukulinya,” pungkasnya.

Pihak Kepolisian Sektor Bogor Tengah kini tengah melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kasus ini. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan segera melaporkan kejadian mencurigakan kepada petugas berwenang agar insiden salah paham serupa tidak terulang kembali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan