Efektif! Program Pompanisasi Kementan Berhasil Tingkatkan Produksi di Bogor

Program pompanisasi yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di Desa Kutamekar, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. (Foto: Dok. Kementerian Pertanian)

bogortraffic.com, BOGORProgram pompanisasi yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di Desa Kutamekar, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut. Melalui dukungan ini, Kelompok Tani (Poktan) Saluyu 1, yang dipimpin oleh Saepudin, berhasil memaksimalkan penggunaan pompa air untuk meningkatkan hasil panen padi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya ketahanan pangan nasional di tengah krisis global yang saat ini melanda sekitar 60 negara dan mempengaruhi 900 juta penduduk dunia.

Bacaan Lainnya

“Jangan sampai krisis pangan ini menyentuh republik yang kita cintai,” ujar Menteri Amran dalam siaran pers Kementan yang dirilis Senin (26/8).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, juga menyoroti peran penting petani dan penyuluh dalam meningkatkan produksi padi nasional melalui Program Perluasan Areal Tanam (PAT). Di Kabupaten Bogor, Poktan Saluyu 1 berhasil menanam padi varietas unggul di lahan seluas 40,5 hektar dari total 43 hektar yang dimiliki, menunjukkan efektivitas program ini.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Yoyon Haryanto, mengapresiasi kesuksesan Poktan Saluyu 1 yang dianggapnya membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, para petani mampu meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan mereka.

“Dengan dukungan yang tepat, petani mampu meningkatkan produksi dan kesejahteraan mereka,” ungkap Yoyon.

Ketua Poktan Saluyu 1, Saepudin, menjelaskan bahwa program pompanisasi di desanya menggunakan 15 pompa air, yang terdiri dari 11 pompa berbahan bakar gas (BBG) dan empat pompa berbahan bakar minyak (BBM). Setiap pompa dioperasikan dua kali dalam dua hari, mampu mengairi hingga enam hektar lahan.

Yoyon menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Program ini didukung oleh subsidi serta pelatihan yang membantu para petani mengoperasikan teknologi pompa air dengan lebih efisien.

Melalui program ini, diharapkan produktivitas pertanian di Kabupaten Bogor dapat terus meningkat, memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan