bogortraffic.com, BOGOR- Bakal calon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan dukungannya terhadap penataan kawasan wisata Puncak di Kabupaten Bogor. Menurutnya, wilayah Puncak yang dikenal karena keindahannya harus terus diperindah tanpa mengabaikan aspek konservasi.
“Puncak itu adalah areal yang indah, dan karena itu harus diperindah. Orang yang berinvestasi di Puncak tidak boleh mengganggu konservasi,” ujar Dedi di sela kunjungannya ke Cigombong, Kabupaten Bogor, Sabtu (13/9/2024).
Dedi menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan agar konservasi tetap terjaga. Selain itu, ia juga menyoroti perlunya penyediaan tempat usaha yang layak bagi para pedagang agar mereka bisa berusaha tanpa merusak keindahan alam Puncak.
“Saya punya pengalaman dalam pengelolaan pasar gratis dan kios-kios gratis. Namun, masalahnya sering muncul ketika masyarakat tidak merawat dengan baik, terutama terkait kebersihan,” ujar pria yang akrab disapa KDM itu.
Dedi juga menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke depannya harus lebih proaktif dalam menjaga aset-aset pariwisata di kawasan Puncak. Menurutnya, hal ini harus didukung oleh rasa memiliki yang kuat dari masyarakat setempat.
“Puncak adalah pusat investasi dan pariwisata, tetapi warga sekitar juga harus mendapat kesempatan berusaha dengan nyaman. Semua harus mempertimbangkan aspek konservasi, keindahan, dan kepuasan pelanggan,” katanya.
Penataan kawasan Puncak saat ini menjadi perhatian Pemkab Bogor, yang tengah memindahkan pedagang kaki lima (PKL) ke Rest Area Gunung Mas. Pada penertiban tahap pertama yang dilakukan pada Senin (24/7/2024), sebanyak 329 bangunan lapak di sepanjang Jalur Puncak diratakan. Selanjutnya, 196 PKL juga dipindahkan dalam penertiban tahap kedua.
Pemkab Bogor meyakini bahwa pemindahan PKL ke Rest Area Gunung Mas akan memperbaiki perekonomian mereka. Rest area ini, yang dibangun di atas lahan seluas 7 hektare milik PT Perkebunan Nusantara, memiliki 516 kios. Terdiri dari 100 kios untuk pedagang basah seperti sayur dan buah, serta 416 kios untuk pedagang kering seperti oleh-oleh dan camilan.
Dedi Mulyadi berharap, dengan penataan yang lebih baik, kawasan Puncak dapat menjadi contoh pariwisata yang terkelola dengan baik, di mana konservasi dan perekonomian masyarakat lokal berjalan seiringan.






