Ini “Goresan Tinta” Jalaluddin Rakhmat dan Kontribusinya untuk Pendidikan Islam

Jalaluddin Rakhmat, tokoh intelektual dan ulama terkemuka. (Foto: Dok. Ist)

Penulis: Muhammad Farhan Abdullah

bogortraffic.com, RAGAM– Jalaluddin Rakhmat, tokoh intelektual dan ulama terkemuka, dilahirkan di Bojong Salam, Rancaekek, Bandung, pada 29 Agustus 1949. Ia dibesarkan dalam keluarga Nahdiyyin, di mana ibunya aktif dalam gerakan Islam dan ayahnya adalah seorang kiai serta lurah desa.

Bacaan Lainnya

“Saya dilahirkan dalam keluarga Nahdiyyin (orang-orang NU). Kakek saya punya pesantren di puncak bukit Cicalengka. Ayah saya pernah ikut serta dalam perjuangan gerakan keagamaan untuk menegakkan syariat Islam.” ucapnya saat penulis melakukan wawancara untuk kebutuhan karya tulis ilmiah.

Begitu bersemangatnya, beliau sampai meninggalkan saya pada waktu kecil untuk bergabung bersama para pecinta syariat.

“Saya lalu berangkat ke kota Bandung untuk belajar di SMP.” tambahnya dengan penuh semangat.

Jalaluddin kecil sudah diperkenalkan dengan nilai-nilai Islam sejak dini, meski harus berpisah dengan sang ayah yang terlibat dalam perjuangan menegakkan syariat Islam.

Kang Jalal, begitu ia akrab disapa, memulai perjalanan pendidikannya di kota Bandung dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, hingga menjadi salah satu pemikir terkemuka dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam.

Salah satu inovasi dakwahnya yang terkenal adalah layanan SMS “REG JALAL” yang menyediakan ayat-ayat Al-Qur’an, hadits, dan hikmah lainnya. Keuntungan dari layanan ini disalurkan untuk mendukung kegiatan dakwah, pendidikan, dan pembangunan madrasah serta pesantren di berbagai pelosok Nusantara.

Pemikiran Jalaluddin Rakhmat mengenai pendidikan Islam sangatlah mendalam. Ia memandang Islam sebagai sebuah agama yang mengajarkan tunduk dan berserah diri kepada Allah, serta patuh pada perintah dan larangan-Nya tanpa membantah, sebagaimana diungkapkan melalui konsep “aslama” (tunduk).

Dalam pandangannya, pendidikan Islam harus mencakup perpaduan antara aspek tubuh dan jiwa, dengan menekankan dimensi spiritual dan mistikal yang mendalam. Ia juga menggarisbawahi pentingnya menanamkan sifat inklusif dan kritis pada peserta didik, sehingga mereka mampu menerima, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan baik.

Kang Jalal berpendapat bahwa tujuan utama pendidikan Islam adalah menciptakan individu yang memiliki karakter Islami, tsaqafah (wawasan keislaman) yang kuat, serta pemahaman mendalam tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia menekankan bahwa pendidikan harus mencakup tiga elemen utama: syari’at (ibadah), tarekat (pendekatan spiritual), dan pemahaman akan alam (mu’amalah), semuanya didukung oleh ilmu pengetahuan yang relevan dan aplikatif.

Pemikiran Jalaluddin Rakhmat dalam pendidikan Islam telah memberikan kontribusi signifikan, terutama dalam mengajarkan pentingnya integrasi antara aspek spiritual dan intelektual dalam proses pembelajaran. Warisan pemikirannya terus menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan Islam, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional.

Sumber tulisan: Jalaluddin Rakhmat, Islam dan Pluralisme Akhlak Qur’an Menyikapi Perbedaan (Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2006), h. 5.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan