Gerhana Matahari Cincin Melintasi Pasifik, Bagaimana dengan Indonesia?

Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin. (Foto: Dok.Pinterest)

bogortraffic.com, BOGOR – Fenomena langka Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada 2 Oktober 2024, memukau banyak orang di seluruh dunia. Saat itu, Bulan akan menutupi sebagian besar Matahari, menciptakan efek ‘cincin api’ yang spektakuler di langit siang hari. Namun, sayangnya masyarakat Indonesia tidak akan bisa menyaksikan langsung peristiwa alam ini.

Dilansir dari Space, Rabu (26/9/2024), jalur Gerhana Matahari Cincin ini akan melintasi Samudera Pasifik dan sebagian kecil Amerika Selatan, dengan titik pengamatan terbaik berada di Samudera Pasifik, di mana Bulan akan menutupi hingga 93% Matahari. Di area tersebut, cincin api akan terlihat selama 7 menit 25 detik, lebih lama dibandingkan gerhana cincin di AS pada Oktober 2023 yang berlangsung selama 4 menit 52 detik.

Bacaan Lainnya

Lintasan gerhana kali ini terbilang panjang, membentang sejauh 14.163 kilometer, dengan lebar lintasan antara 265 hingga 331 km. Sayangnya, hanya beberapa wilayah daratan yang akan mengalami pemandangan sempurna dari gerhana ini, yakni Rapa Nui (Pulau Paskah) serta bagian selatan Chili dan Argentina.

Bagi para pengamat gerhana, Rapa Nui menjadi lokasi ikonik untuk menyaksikan fenomena langka ini. Minat global terhadap gerhana matahari diharapkan tinggi, terutama setelah Gerhana Besar Amerika Utara yang terjadi pada April lalu.

Walaupun Indonesia tidak masuk dalam lintasan Gerhana Matahari Cincin ini, masyarakat masih bisa mengikuti peristiwa langka ini melalui live streaming. Biasanya, lembaga seperti NASA akan menyiarkan secara langsung gerhana matahari sehingga penonton di Indonesia dapat menyaksikan keindahan fenomena alam ini secara virtual.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan