Inisiator PLTS Terapung Cirata Raih Penghargaan Dharma Karya Utama dari Kementerian ESDM

Wirawan (Kiri), Harjono (Tengah), dan Dimas Kaharudin (Kanan) berfoto bersama piala Dharma Karya Utama atas inovasi yang mereka hadirkan di industri kelistrikan berbasis EBT di Indonesia. (Foto: Dok. PLN)

bogortraffic.com, JAKARTA- PLTS Terapung Cirata kembali mencatat prestasi gemilang pada tahun 2024. Setelah sukses meraih Lestari Awards 2024 dalam kategori Renewable Energy pada bulan Agustus lalu, kini para inisiator di balik proyek pembangkit listrik terbesar se-Asia Tenggara ini dianugerahi penghargaan Dharma Karya Utama dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi mereka dalam memajukan sektor energi terbarukan di Indonesia.

Penghargaan ini diserahkan dalam rangka peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-79 di Jakarta, kepada tiga tokoh utama yang berperan penting dalam kesuksesan Proyek Strategis Nasional PLTS Terapung Cirata, yakni Harjono (Direktur Utama PLN Nusantara Renewables dan mantan VP Manajemen Proyek PLN Nusantara Power 2021-2023), serta Dimas Kaharudin (Direktur Utama PT PJB Masdar Solar Energi). Ketiga tokoh ini diakui atas upaya inovatif mereka dalam membawa terobosan di bidang energi terbarukan, dengan dampak signifikan bagi ketahanan energi nasional dan pembangunan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Sebelum menerima penghargaan Dharma Karya Utama, tim inisiator ini melewati proses seleksi ketat, mulai dari penunjukan sebagai kandidat, pembuatan proposal, hingga verifikasi lapangan yang menilai besarnya dampak, inovasi, dan rencana keberlanjutan proyek PLTS Terapung Cirata.

Harjono, yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PLN Nusantara Renewables, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan ini.

“Kami sangat bersyukur dan bangga dapat terlibat dalam proyek yang berdampak besar, tidak hanya bagi ketahanan energi nasional, tetapi juga dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor energi terbarukan di Asia Tenggara,” ujarnya.

Sementara itu, Dimas Kaharudin, Direktur Utama PT PMSE, menambahkan bahwa keberhasilan proyek ini tidak terlepas dari kerja sama tim.

“Kami berterima kasih atas kerja sama seluruh tim yang terlibat, mulai dari fase inisiasi, pengembangan, konstruksi, hingga operasi. Tantangan yang dihadapi sangat kompleks, mulai dari perencanaan teknis hingga adaptasi terhadap kondisi perairan dan lingkungan setempat, namun berkat koordinasi yang kuat dan kolaborasi lintas disiplin, semua fase berhasil dilalui dengan baik,” jelasnya.

Keberhasilan ini semakin mengukuhkan PLTS Terapung Cirata sebagai simbol keberhasilan inovasi dan komitmen Indonesia dalam mewujudkan transisi menuju energi terbarukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan