Solusi Saat Kemarau, Bantuan Pompa Air Hidupkan Kembali 22 Kolam Ikan di Distrik Klamono

Tim Ekspedisi Patriot UB salurkan bantuan pompa air untuk hidupkan kembali 22 kolam budidaya ikan di Distrik Klamono.

bogortraffic.com, SORONG – Ketersediaan air akibat musim kemarau berkepanjangan yang selama ini menjadi kendala pembudidaya ikan di Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, mulai teratasi.

Melalui aksi gotong royong Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Brawijaya (UB) bersama masyarakat, penyediaan pompa air dan selang sepanjang 300–400 meter berhasil mengaktifkan kembali 22 kolam budidaya milik kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) setempat.

Bacaan Lainnya

Sarana ini dimanfaatkan untuk mengalirkan air dari Sungai Klasafet langsung menuju kolam-kolam warga yang sebelumnya mengering.

Ketua Pokdakan Alda Frida mengapresiasi bantuan yang memangkas hambatan ketersediaan air di wilayahnya tersebut.

“Ketersediaan air adalah kendala besar dalam pengembangan budidaya ikan di Klamono. Dengan adanya pompa ini, kami berharap masyarakat lebih mudah mendapatkan dan mengalirkan air dari sumber air terdekat ke kolam budidaya, sehingga kegiatan pemeliharaan ikan pada Pokdakan disini dapat berjalan lebih optimal,” ujar Alda Frida, Minggu (27/9/2026).

Anggota Tim Ekspedisi Patriot UB, Gilang Nur, menjelaskan bahwa langkah tanggap ini diambil usai berdiskusi langsung dengan para pembudidaya lokal.

“Kemarin kami sempat berdiskusi dengan beberapa Pokdakan, dan memang kendala utamanya ada di masalah air. Maka dari itu, kami menghadirkan pompa air yang dilengkapi selang sekitar 300 sampai 400 meter supaya masyarakat di Klamono bisa terbebas dari keterbatasan air,” ujar Gilang Nur, Jumat (25/9/2026).

Aksi nyata di lapangan ini sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) agar tim pendamping memberikan dampak langsung bagi warga.

“Jangan sampai teman-teman Ekspedisi Patriot sudah turun ke lapangan, sudah mendengarkan masyarakat, kemudian berhenti di masalah. Kita harus menghadirkan solusi yang terbaik, relevan, feasible, dan masuk akal,” ujar Menko AHY saat berdialog di Jayapura, Jumat (17/9/2026).

Dukungan senada turut ditekankan oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara untuk mendorong kontribusi penuh para peserta program.

“Saya memberikan satu dorongan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot, bergeraklah setiap hari. Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya,” ujar Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan