bogortraffic.com, BOGOR – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh aspek layanan di lintasan Merak–Bakauheni—mulai dari kesiapan armada, fasilitas pelabuhan, hingga digitalisasi—terintegrasi secara optimal untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kesiapan Nataru merupakan hasil kerja bersama yang menuntut koordinasi erat dengan regulator, yakni Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
“ASDP mendukung penuh kebijakan KSOP selaku regulator. Tentu, koordinasi intensif dan kolaborasi bersama operator mitra sangat penting agar layanan berjalan aman, tertib, dan efisien,” ujarnya.
Untuk kelancaran penyeberangan di lintasan Merak–Bakauheni, tercatat sebanyak 67 unit kapal yang siap operasi, dengan 28 kapal beroperasi dalam kondisi normal dan dapat ditingkatkan hingga 33 kapal pada puncak arus. Pola operasi dinamis ini diterapkan agar waktu tunggu tetap terkendali.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menegaskan bahwa seluruh langkah operasional telah disetujui KSOP untuk meningkatkan efisiensi.
“Seluruh kebijakan operasional mengikuti arahan regulator untuk mempercepat port time, menambah trip kapal, dan menjaga stabilitas layanan,” jelasnya.
Dari sisi digital, pengguna jasa diwajibkan membeli tiket secara online melalui aplikasi Ferizy, karena saat ini sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan.
Ferizy kini memungkinkan pembelian tiket hingga H–60 sebelum keberangkatan, dengan total pengguna mencapai 3,23 juta akun hingga Agustus 2025.
ASDP memperkirakan puncak arus terjadi pada 21–23 dan 28–29 Desember 2025, serta arus balik pada 1–2 Januari 2026.
Pelabuhan Merak memiliki tujuh dermaga aktif yang mampu menampung hampir 5.000 kendaraan campuran, sedangkan Pelabuhan Bakauheni dapat menampung hingga 7.000 kendaraan kecil per hari.
ASDP juga mengoperasikan Port Operation Command Center (POCC) yang terhubung dengan berbagai instansi dan menyiapkan sistem delaying area di beberapa titik penyangga guna mengurai potensi antrean kendaraan.
ASDP mengimbau pengguna jasa untuk memastikan tiket sudah terbeli dan tiba di pelabuhan sesuai jadwal.
“Oleh karena itu, kami menghimbau masyarakat untuk mulai memesan tiket melalui aplikasi Ferizy, dan memasukkan data identitas diri yang lengkap dan benar guna menciptakan pengalaman penyeberangan yang lancar aman, dan nyaman,” ujarnya.
Dengan kesiapan armada, fasilitas pelabuhan, penguatan digitalisasi, serta koordinasi yang dipimpin KSOP sebagai regulator, ASDP optimistis layanan Nataru 2025/2026 berjalan aman, tertib, dan efisien.





