PLN NP Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana, PLTMG Arun Beroperasi Penuh

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah (dua dari kanan), Direktur Operasi Pembangkitan Gas PLN Nusantara Power Komang Parmita (kiri), Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Power Hamidi Hamid (dua dari kiri), serta Manager Unit Pembangkitan Arun Prihanto Budi Wardoyo saat meninjau Central Control Room UP Arun di Aceh. PLN Nusantara Power siap siaga mendukung upaya penormalan listrik di sekitar Aceh.

bogortraffic.com, BOGOR – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui unit Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun berhasil memainkan peran kunci dalam pemulihan pasokan listrik di Aceh setelah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November lalu.

PLTMG Arun kini beroperasi penuh, memberikan harapan baru bagi masyarakat serta sektor-sektor vital yang terdampak bencana. Tonggak penting pemulihan juga ditandai dengan beroperasinya kembali Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya, yang memastikan pasokan listrik ke seluruh Gardu Induk (GI) di Aceh dapat disalurkan secara optimal.

Bacaan Lainnya

PLTMG Arun yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh, berjuang keras dalam upaya pemulihan pasokan listrik ke berbagai wilayah, termasuk Banda Aceh dan sekitarnya, yang sebelumnya mengalami gangguan serius akibat bencana. Hingga Minggu (21/12), UP Arun mampu memasok daya sebesar 173 MegaWatt (MW) dan berfungsi penuh untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat, rumah tangga, layanan publik, serta sektor sosial lainnya.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan komitmen perusahaan dalam menyediakan pasokan energi listrik bagi masyarakat Aceh.

“Pengoperasian kembali PLTMG Arun dan PLTU Nagan Raya sangat penting dalam tahap pemulihan ini. Setelah bencana, kami berfokus pada memastikan pasokan listrik ke masyarakat Aceh kembali stabil, terutama untuk sektor yang vital. Berkat kerja keras dan koordinasi antara tim operasional, transmisi, dan distribusi PLN NP, kami berhasil mengembalikan aliran listrik yang sangat dibutuhkan,” ujar Ruly Firmansyah.

Sementara itu, PLTU Nagan Raya yang berlokasi di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik wilayah Aceh dengan kapasitas sekitar 2 x 110 MW guna menjaga keandalan sistem kelistrikan.

Ruly menambahkan, meskipun tantangan pemulihan cukup besar, terutama pada infrastruktur pembangkit yang terdampak bencana, PLN NP tetap berkomitmen menjaga keandalan sistem kelistrikan.

“Kami tidak hanya memulihkan sistem kelistrikan, tetapi juga memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak. Kami akan terus memastikan bahwa pasokan listrik terjaga dan stabil, dengan terus berupaya untuk mengoptimalkan kapasitas PLTMG Arun dan PLTU Nagan Raya,” tambah Ruly.

PLTMG Arun akan terus beroperasi dengan memantau kondisi serta kebutuhan pasokan energi di Aceh, sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana. PLN NP juga memastikan setiap langkah pengoperasian dilakukan secara aman dan terkendali untuk menghindari gangguan lanjutan pada sistem kelistrikan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Salah satu unit kami yang terdampak adalah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Cot Trueng yang berjarak sekitar 18 kilometer dari UP Arun. Hingga kini kami melakukan pembersihan dan mengupayakan pemulihan agar listrik dapat diproduksi,” pungkas Ruly.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan