bogortraffic.com, BOGOR — Presidential Communication Office (PCO) menegaskan bahwa keberanian berbicara dalam ruang publik bukan sekadar berdebat, melainkan menyampaikan informasi yang mencerdaskan dan berdampak positif. Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi PCO, Isra Ramli, dalam peluncuran forum Diskusi Berani Bicara di Rumah Besar Gatotkaca Prabowo-Gibran, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (2/7/2025).
“Ciri sebuah negara maju adalah menghindari perdebatan yang tidak berguna. Tentu ada saja pancingan dari pihak tertentu untuk berdebat. Tapi, yang harus kita sampaikan adalah apa yang sudah dicapai pemerintah, bukan janji, tapi hasil yang sudah diraih pemerintah saat ini,” tegas Isra.
Forum Berani Bicara akan digelar secara dwimingguan sebagai ruang sehat untuk berdiskusi seputar arah kebijakan pembangunan Presiden Prabowo. Forum ini juga menjadi wadah relawan untuk menghidupkan kembali komunikasi yang konstruktif pasca-Pemilu 2024.
Isra menambahkan bahwa hak berbicara dijamin konstitusi, tetapi keberanian menyampaikan pendapat harus tetap menjunjung etika komunikasi dan berbasis data.
“Mulailah para relawan mengomunikasikan pembangunan dengan level yang bukan lagi sekadar informasi, tapi kesadaran komunikasi yang harus dibangun. Jangan sampai teman-teman yang punya energi kritis ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” imbuhnya.
Prita Laura, Tenaga Ahli Utama PCO, turut membagikan pengalamannya dalam membangun komunikasi publik yang efektif. Ia mengibaratkan komunikasi sebagai jembatan kepercayaan antara pemerintah dan rakyat.
“Jembatan itu harus kokoh, sekalipun dilewati tronton yang membawa berton-ton kebaikan. Jika jembatan tidak kokoh, maka akan mudah ambruk,” ujarnya.
Menurut Prita, dalam dunia digital saat ini, aktor komunikasi non-pemerintah seperti relawan dibutuhkan untuk menghadapi tekanan dari publik, terutama di media sosial yang sering diwarnai nada sinis dan hoaks.
“Dengan netizen yang julid itu, kita perlu aktor di luar pemerintahan untuk bersama membangun jembatan komunikasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Gatotkaca, Indra Simarta, mengatakan forum ini sekaligus menjadi sarana relawan untuk kembali berkumpul, berdiskusi, dan menyaring isu-isu strategis.
“Kita enak sebagai relawan, harus berani menyampaikan apa saja yang menjadi uneg-uneg terkait pembangunan. Tapi, kalau teman-teman media harus hati-hati menyampaikan informasi, apalagi pejabat, tidak boleh salah,” ujarnya.
Indra juga mengingatkan masyarakat untuk cerdas dalam menyaring informasi, termasuk dari media sosial.
“Ibu saya yang sudah berusia 88 tahun suka melihat TikTok dan sering juga terbawa isu yang macam-macam. Saya pelan-pelan luruskan, kita harusnya jangan sampai terpengaauh untuk ikut menyebar berita bohong,” ujarnya.
Forum Diskusi Berani Bicara menjadi bagian dari strategi komunikasi pemerintahan untuk memperkuat narasi keberhasilan pembangunan dan mendorong keterlibatan publik dalam menyebarkan informasi yang benar dan konstruktif.






