bogortraffic.com, KOLAKA – Ceria Corp terus menunjukkan perannya sebagai perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel 100% Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mengedepankan pemanfaatan energi hijau dalam industri pengolahan dan pemurnian nikel.
Melalui Smelter ‘Merah Putih’ di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Ceria memanfaatkan listrik yang didukung Renewable Energy Certificate (REC) sebagai bagian dari langkah menuju proses produksi nikel dengan jejak karbon yang lebih rendah. Langkah ini sejalan dengan semangat Green Energy Partnership Forum 2026 yang diselenggarakan oleh PT Energy Management Indonesia (PLN EMI).
Berdasarkan data PLN EMI sepanjang 2025, total pemanfaatan REC PLN secara nasional mencapai 6,43 Terawatt-hour (TWh) dari 18.715 pelanggan. Dari jumlah tersebut, Ceria Corp melalui PT Ceria Metalindo Prima (CMP) memanfaatkan sebanyak 236.220 unit REC atau sekitar 3,67% dari total nasional.
GM Integrated Power System & Energy Management Ceria Corp, Muhammad Ridwan, menjelaskan pemanfaatan REC merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengelola kebutuhan energi secara bertanggung jawab.
“Ceria Corp berdedikasi untuk mengintegrasikan energi hijau ke dalam operasional smelter sekaligus mendukung arah pengembangan industri nikel yang semakin rendah karbon,” ujar Ridwan.
Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan bahwa setiap satu unit REC mewakili atribut energi terbarukan dari satu Megawatt-hour (MWh) listrik yang dihasilkan pembangkit energi terbarukan.
“Pemanfaatan REC menjadi bagian penting dalam perjalanan Ceria menuju pengembangan green nickel. Instrumen ini membantu kami mengelola atribut energi terbarukan secara terukur dan transparan,” jelas Ridwan.
Sertifikat yang tercatat dalam sistem Tradable Instrument for Global Renewables (TIGRs) ini memberikan dasar kredibel dalam pelaporan penggunaan listrik terbarukan. Melalui pemanfaatan REC dan kerja sama strategis dengan PLN, Ceria Corp terus membangun fondasi menuju produksi low-carbon ferronickel guna mendukung agenda dekarbonisasi nasional dan rantai pasok global.





