Program Makan Bergizi Gratis Dorong Tumbuh Kembang Pelajar di Kota Bogor

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim tinjau dapur SPPG di Bosowa Bina Insani, Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Senin (21/4/2025).

bogortraffic.com, KOTA BOGOR- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto menunjukkan dampak positif terhadap tumbuh kembang pelajar di Kota Bogor. Salah satu sekolah yang merasakan manfaat signifikan adalah SMP Binagreha yang berlokasi di Jalan Raya Taman Cimanggu, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal.

Kepala Sekolah SMP Binagreha, Lala Nurrella, menyampaikan bahwa sejak program ini dijalankan pada Januari 2025, para siswa menunjukkan peningkatan baik dari segi berat badan, tinggi badan, hingga kemampuan akademik.

Bacaan Lainnya

“Karena dari awal memang kita ada timbangan dulu. Jadi kita mendata berat badan, tinggi badan, dan mengevaluasi akademis anak. Alhamdulillah ada peningkatan berat badan untuk yang kurang, dan yang sudah cukup tetap stabil. Dari sisi akademik pun meningkat,” ungkap Lala, Senin (21/4).

Program ini mendapat sambutan antusias dari para siswa maupun orang tua. Banyak di antaranya merasa terbantu karena sebelumnya tidak semua anak mendapatkan asupan makanan bergizi secara rutin di rumah.

“Respons anak tentu sangat senang, dan orang tua pun demikian. Apalagi sekitar 50 persen siswa kami berasal dari keluarga kurang mampu. Program ini sangat membantu,” tambah Lala.

Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut dan menjadi pondasi kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing siswa di masa depan.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim pun ikut meninjau langsung pelaksanaan program MBG di SMP Binagreha, mulai dari proses produksi makanan, distribusi, hingga saat makanan sampai di meja belajar siswa.

“Makanya lahap, semua suka. Menunya enak dan berganti setiap hari. Anak-anak semakin semangat. Alhamdulillah berat badan dan tinggi badan anak-anak ini bertambah,” ujar Dedie.

Dedie mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 120.000 pelajar di Kota Bogor yang menjadi target layanan MBG. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, diperlukan sekitar 82 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan satu dapur mampu melayani 2.000 hingga 3.000 siswa.

Saat ini, baru tersedia empat dapur aktif, dan dua dapur tambahan ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2025.

“Kita butuh kemitraan. Harus ada pemilik aset lahan, pihak yang membangunkan dapur, menyediakan peralatan, SDM, hingga logistik. Ini program baik, tapi butuh gotong royong,” jelasnya.

Program MBG di Kota Bogor menjadi salah satu contoh nyata implementasi program nasional yang berhasil berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

Pemerintah Kota Bogor optimistis, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, program MBG akan berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, pendidikan, dan kualitas generasi muda di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan