bogortraffic.com, KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bergerak cepat merespons bencana hidrometeorologi yang menyebabkan amblesnya Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, awal Maret 2025 lalu. Jalan yang menjadi akses penting bagi warga itu kini tak lagi bisa difungsikan.
Sebagai solusi, Pemkot Bogor membentuk Tim Penanggulangan Bencana Khusus yang melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas PUPR, Disperumkim, dan Dishub. Tim ini dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Eko Prabowo.
“Tim bertugas menyusun rencana pembangunan akses jalan pengganti, termasuk pembebasan lahan dan Detail Engineering Design (DED),” ungkap Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
Dedie menyebut, tim juga terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memastikan keselamatan dan kelayakan lokasi pembangunan jalan baru.
Sebagai langkah awal, Pemkot meninjau lahan warga di Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, yang akan dijadikan akses pengganti. Sekitar 3.500 meter persegi lahan akan dibebaskan untuk membangun jalan baru sepanjang 200 meter yang menggantikan fungsi Jalan Saleh Danasasmita.
“Pembebasan lahan dibiayai melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Kota Bogor, sedangkan pembangunan jalannya diupayakan mendapat bantuan dana dari Kementerian PU,” jelas Dedie.
Ia menegaskan, seluruh proses ditargetkan berjalan pada tahun ini mengingat urgensi kebutuhan masyarakat terhadap akses tersebut. Biaya pembangunan jalan diperkirakan sekitar Rp 5 miliar.
Dedie juga menyampaikan langsung usulan ini kepada Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, dalam pertemuan di Jakarta pada 9 April 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Dedie memaparkan kondisi kerusakan jalan akibat bencana dan pentingnya pembukaan jalur alternatif sebagai bagian dari proyek strategis nasional.
Ia berharap, pembiayaan pembangunan dapat masuk melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) agar proses berjalan lebih cepat.
“Wamen Diana meminta agar Pemkot segera mengajukan usulan teknis resmi dan memastikan kesiapan lahan,” tambahnya.
Dalam rencana pembangunan tersebut, turut dibahas pula relokasi jaringan distribusi utama (JDU) milik Perumda Tirta Pakuan. Dirut Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan, menyatakan kesiapannya mendukung relokasi demi keberlanjutan layanan air bersih.
Sementara itu, penanganan awal di lokasi ambles dimulai pada 22 April 2025 dini hari dengan pengupasan aspal menggunakan alat berat. Langkah ini dilakukan guna mendukung perbaikan tembok penahan tanah (TPT) yang ditargetkan rampung dalam dua bulan.
“Setelah TPT diperkuat, area bekas longsor akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau. Untuk sementara, jalur lama akan dibuka kembali bagi kendaraan roda dua sambil menunggu akses baru selesai dibangun,” ujar Dedie.
Pemkot Bogor menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh tahapan penanganan bencana ini secara simultan, guna meminimalisir dampak terhadap aktivitas warga dan memastikan keselamatan infrastruktur ke depan.






