Ada Tumpukan Sampah di Jalan Merdeka, Pemkot Bogor Tanggapi Video Unggahan Bima Arya

Unggahan reels Instagram Bima Arya terkait tumpukan sampah di Pasar Merdeka, Bogor. (Foto: Tangkapan Layar Instagram @bimaaryasugiarto)

bogortraffic.com, KOTA BOGOR – Mantan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, mengunggah video yang memperlihatkan tumpukan sampah menutupi sebagian jalan di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Bogor angkat bicara.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi miliknya dan dilihat di bogortraffic.com, Rabu (12/6/2024), Bima Arya terlihat berjalan kaki melintasi Jalan Merdeka. Ia memperlihatkan tumpukan sampah yang menggunung hingga menutupi sebagian badan jalan yang dilalui kendaraan.

Berita Lainnya

“Pagi tadi lari lewat Merdeka. Ada sampah yang menggunung hampir menutup badan jalan. Kata warga, sudah sekitar 15 hari tidak terangkut,” tulis Bima dalam akun Instagram-nya. Dalam unggahan tersebut, Bima berharap Pemkot Bogor segera menangani tumpukan sampah itu. “Semoga Adipura jangan pergi lagi,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Deni Wismanto, menjelaskan penyebab penumpukan sampah tersebut.

Ia menyebutkan bahwa armada pengangkut sampah yang biasa digunakan di lokasi tersebut mengalami kerusakan dan sedang dalam perbaikan.

“Itu yang di Merdeka (Jl Merdeka) ya. Jadi kondisinya memang karena kendaraan kita yang biasa diposkan (angkut sampah) di sana sedang ada kendala perbaikan,” kata Deni saat dimintai konfirmasi.

“Sejak tanggal 5 rusaknya, ada perbaikan, nunggu spare part,” imbuhnya.

Deni menegaskan bahwa penumpukan sampah bukan akibat demo sopir truk sampah yang terjadi beberapa hari lalu. Menurutnya, penumpukan terjadi karena armada yang digunakan terlalu kecil sehingga menyebabkan keterlambatan dan sampah kembali menumpuk sebelum sempat diangkut.

“Bukan (karena demo sopir truk sampah), nggak ada efek dari situ. Ini memang karena ada kendala, karena memang usia armada kita lebih dari 10 tahun. Jadi memang terkendala armada saja,” jelas Deni.

“Sekarang armadanya sedang perbaikan, jadi kita pakai armada yang kecil dan tarik armada dari wilayah lain ke situ. Sehingga memang pasti ada delay,” tambahnya.

Deni memastikan bahwa pihaknya sedang berupaya untuk memperbaiki situasi tersebut secepat mungkin agar tumpukan sampah tidak semakin mengganggu masyarakat dan lalu lintas di Jalan Merdeka.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan