bogortraffic.com, KOTA BOGOR – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena, membenarkan adanya peningkatan kunjungan pasien sebesar 7 persen di beberapa Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit di Kota Bogor pada akhir September lalu.
Berdasarkan data Dinkes Kota Bogor, sebanyak 57 persen pasien berasal dari dalam Kota Bogor, sementara 43 persen sisanya merupakan pasien rujukan dari luar Kota Bogor. Keluhan yang mendominasi meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan pencernaan, di samping adanya kenaikan kasus campak serta Demam Berdarah Dengue (DBD).
Erna mengungkapkan bahwa sebagian dari pasien yang datang ke IGD rumah sakit sebenarnya tergolong kategori false emergency atau bukan kasus gawat darurat yang membutuhkan penanganan primer di rumah sakit.
“Banyak juga pasien yang datang ke UGD statusnya false emergency. Pemerintah Kota Bogor menyiapkan enam puskesmas dengan layanan UGD 24 jam. Untuk kasus yang tidak gawat darurat, masyarakat bisa ke puskesmas UGD dulu,” jelas Erna.
Ia menjelaskan, jika hasil pemeriksaan di puskesmas menunjukkan pasien membutuhkan rawat inap, pihak puskesmas akan membantu merujuk dan mengantar pasien menggunakan ambulans menuju rumah sakit yang tersedia. Sementara untuk kondisi darurat medis, masyarakat dapat langsung menghubungi call center 119.
“Warga diimbau untuk menjaga kesehatan dengan perilaku hidup bersih dan sehat,” tambahnya.





