bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR – Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, dijadwalkan menemui Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, pada Senin (15/7) untuk memaparkan konsep penataan Kawasan Wisata Puncak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Asmawa menyampaikan hal ini saat rapat bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bogor di Rest Area Gunung Mas, Cisarua, Minggu (14/7).
Konsep penataan Puncak juga telah ditunggu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Konsolidasi hari ini dalam rangka memastikan data yang akan disampaikan kepada Wakil Presiden itu valid, akurat, dan memang itulah yang dibutuhkan masyarakat daerah ini terkait perkembangan kawasan Puncak,” ungkap Asmawa.
Beberapa hal yang akan disampaikan kepada Wapres termasuk evaluasi dua pekan terakhir bersama para kepala OPD setelah pemindahan pedagang kaki lima (PKL) ke Rest Area Gunung Mas. Dari evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengantongi beberapa kebutuhan untuk penataan kawasan Puncak.
“Secara teknis, OPD telah melakukan pemetaan, inventarisasi permasalahan, kemudian nanti rencana penanganannya,” ujarnya.
Asmawa juga akan menyampaikan rencana relokasi pedagang tahap dua, yang saat ini sedang dalam proses administrasi berupa teguran tertulis kepada para PKL. Saat ini, terdapat 194 PKL yang akan dipindahkan ke rest area dengan penertiban lapak-lapaknya di sepanjang jalur Puncak.
“Mekanisme administrasi sekarang tahap pemberian teguran ketiga dan kita akan sampaikan ke Pak Wakil Presiden tahapan relokasinya. Insya Allah dari pengalaman (penertiban) pertama, akan lebih solid lagi dengan dukungan dari TNI, Polri, dan lain-lain,” kata Asmawa.
Pada penertiban PKL tahap pertama di Kawasan Puncak pada Senin (24/6), Pemerintah Kabupaten Bogor meratakan 331 bangunan di sepanjang Jalur Puncak, terdiri atas 181 bangunan dari Gantole hingga Rest Area Gunung Mas, dan 131 bangunan dari Simpang Taman Safari Indonesia hingga Rest Area Gunung Mas.
Meski mendapat penolakan dari sebagian pedagang, Asmawa memastikan bahwa perekonomian PKL di Kawasan Wisata menjadi lebih baik setelah pindah ke Rest Area Gunung Mas.
Pembangunan rest area di lahan seluas 7 hektare milik PT Perkebunan Nusantara VIII telah dilakukan sejak tahun 2020-2021. Rest Area Gunung Mas memiliki kapasitas 516 kios yang terdiri dari 100 kios untuk pedagang basah seperti sayur dan buah, serta 416 kios untuk pedagang kering seperti oleh-oleh dan camilan. Masing-masing kios memiliki luas 11 meter persegi baik basah maupun kering.
Dengan upaya ini, diharapkan penataan kawasan Puncak dapat meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan serta kesejahteraan bagi para pedagang yang direlokasi.






