Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Pemkab Bogor Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Pemkab Bogor perkuat koordinasi lintas sektor guna tingkatkan pencegahan dan penanganan kekerasan perempuan dan anak.

bogortraffic.com, CIPAYUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat gerakan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan, dunia pendidikan, hingga masyarakat.

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Pengkoordinasian Pelaksanaan Kebijakan Bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2026 bertema “Koordinasi Lintas Sektor dalam Upaya Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Bogor” di New Ayuda Hotel, Cipayung, Senin (12/10/2026).

Bacaan Lainnya

Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bogor, Pedri Hariyanto, mengungkapkan bahwa penanganan kekerasan tidak cukup hanya dilakukan setelah kasus terjadi. Diperlukan langkah menyeluruh melalui pencegahan, edukasi, deteksi dini, penguatan ketahanan keluarga, hingga perluasan akses layanan perlindungan.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor, jumlah kasus kekerasan tercatat sebanyak 369 kasus pada 2023, 323 kasus pada 2024, 509 kasus pada 2025, dan 423 kasus pada 2026.

“Koordinasi lintas sektor menjadi penting karena penanganan korban dapat melibatkan berbagai aspek, mulai dari layanan kesehatan, pendampingan psikologis, perlindungan sosial, pendidikan, bantuan hukum, keamanan, hingga pemberdayaan keluarga,” katanya.

Pemkab Bogor mendorong penguatan peran berbagai lembaga jejaring, seperti UPT PPA, PUSPAGA, Satgas PPA, KPAD, lembaga pemerhati anak, hingga Forum GenRe.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini, menekankan pentingnya pengoordinasian berbagai unsur serta revitalisasi Forum Anak di seluruh kecamatan.

“Keterlibatan orang tua, sekolah, pemerintah, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Bogor berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antarlembaga agar penanganan korban optimal dan hak-hak perempuan serta anak terlindungi secara utuh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan