Dorong Industri Berdaya Saing, DDMF Genjot Mobilisasi Investasi Jangka Panjang

CEO DDMF Sigit Puji Santosa dorong investasi jangka panjang untuk tingkatkan daya saing industri dan tingkatkan manufaktur bernilai tinggi.

bogortraffic.com, JAKARTA – Di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, Indonesia memerlukan investasi yang tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan.

Investasi jangka panjang perlu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja, mengembangkan talenta, dan membangun industri bernilai tambah tinggi.

Bacaan Lainnya

Pesan ini disampaikan CEO PT Danantara Development Management Fund (DDMF), Sigit Puji Santosa, dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya alam, pasar domestik yang besar, serta basis manufaktur yang mampu menjadi pijakan bagi transformasi ekonomi.

Berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Trade in Value Added (TiVA) 2025 yang dipaparkan dalam forum tersebut, sekitar 82 persen nilai ekspor manufaktur Indonesia tercipta di dalam negeri. Angka ini setara dengan China sebesar 81 persen dan lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Korea Selatan, dan Vietnam.

“Namun, kontribusi Indonesia terhadap ekspor manufaktur global masih sekitar 0,3 persen. Kondisi ini menunjukkan peluang besar untuk meningkatkan skala, kompleksitas, dan daya saing industri nasional,” kata Sigit.

Untuk menjembatani kesenjangan struktur komersial dan risiko pembiayaan proyek strategis, Danantara Development Management Fund (DDMF) hadir guna menyiapkan proyek yang layak secara ekonomi (bankable) agar mampu menarik modal jangka panjang.

“DDMF hadir untuk memediasi kebutuhan pembangunan nasional dengan proyek-proyek yang secara ekonomi viable, tetapi membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai hasilnya. Karena itu, kami menjalankan peran catalytic investment agar dampak strategis dan ekonomi proyek dapat dikapitalisasi,” tegas Sigit.

Melalui skema kolaborasi dan pembiayaan terukur, DDMF mengundang keterlibatan investor swasta dan perbankan guna memperkuat rantai pasok domestik di sektor prioritas seperti energi, pangan, infrastruktur, hingga hilirisasi.

“Kami mengundang bank, investor, dan pelaku industri untuk bersama-sama melakukan leveraging. Dengan kolaborasi yang tepat, investasi dapat menciptakan peluang pembiayaan sekaligus dampak ekonomi yang lebih besar,” kata Sigit.

“Melalui investasi pembangunan yang terukur dan kolaboratif, proyek strategis diharapkan tidak berhenti pada pembangunan aset. Proyek tersebut perlu menumbuhkan ekosistem industri, memperluas peluang usaha, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan menghadirkan manfaat sosial-ekonomi jangka panjang. Dengan demikian, investasi menjadi instrumen untuk membangun daya saing sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia,” kata Sigit.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan