bogortraffic.com, BOGOR- Bertepatan dengan peringatan Hari Radio Nasional, sebuah momen penting bagi sejarah musik dan radio Indonesia tercipta dengan peluncuran buku biografi berjudul Panggil Saya Mas Yos, yang mendokumentasikan perjalanan hidup Commodore Muda R. Suyoso Karsono. Buku ini mengabadikan kiprah Mas Yos sebagai pelopor dan tokoh sentral dalam industri musik rekaman dan radio di Indonesia.
Acara peluncuran berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, dan dihadiri oleh tokoh-tokoh ternama dari dunia musik, media, serta perwakilan pemerintah.
Buku ini tidak hanya sekadar biografi, tetapi juga catatan sejarah yang mengisahkan fondasi industri musik dan radio di Indonesia, terutama kontribusi Mas Yos dalam mendirikan Irama Records, label rekaman komersial pertama di Indonesia, serta pendirian radio swasta komersial pertama.
Elshinta Suyoso-Marsden, putri dari Mas Yos, berharap buku ini dapat memperkaya pemahaman masyarakat terhadap sejarah musik dan radio di Indonesia.
“Melalui buku ini, kami berusaha menghadirkan gambaran utuh tentang sosok almarhum Suyoso Karsono, yang lebih dikenal dengan nama Mas Yos, sebagai pelopor dalam dunia industri rekaman musik dan stasiun radio di Indonesia,” ucapnya.
Mas Yos: Pionir Industri Musik dan Radio
Mas Yos dikenal luas sebagai pionir dalam perkembangan industri kreatif Indonesia, terutama di bidang musik dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
Pada tahun 1953, ia mendirikan Irama Records, yang menjadi rumah bagi musisi legendaris seperti Nick Mamahit, Bubi Chen, dan Titiek Puspa. Mas Yos juga dikenal sebagai tokoh penting yang membawa grup The Indonesian All Stars ke panggung internasional melalui Berlin Jazz Festival pada tahun 1967.
Tidak hanya di bidang musik, Mas Yos juga berjasa besar dalam industri penyiaran radio dengan mendirikan Radio AM Elshinta pada tahun 1967, yang kemudian menjadi ikon media penyiaran di Indonesia.
Warisan yang Terus Menginspirasi
Melalui buku ini, diharapkan generasi muda bisa mengenal lebih jauh warisan Mas Yos dan terinspirasi untuk melanjutkan kiprah dalam industri musik dan radio di Indonesia. Addie MS, konduktor dan komposer terkemuka, mengungkapkan kekagumannya terhadap pengaruh siaran musik klasik di Radio Elshinta yang disiarkan pada era Mas Yos.
“Buku ini bukan hanya untuk mengenang jasa-jasa Mas Yos, tetapi juga untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi berikutnya,” ujar Addie MS.
Peluncuran buku Panggil Saya Mas Yos juga dilengkapi dengan pameran memorabilia yang menampilkan koleksi rekaman langka dan peralatan siaran pribadi Mas Yos, yang dapat dinikmati oleh publik hingga seminggu ke depan. Warisan Mas Yos terus hidup dan mengilhami generasi muda untuk berinovasi dalam dunia musik dan penyiaran di Indonesia.






