Sentul City Fokus Kembangkan Hunian Tapak Usai Tuntaskan Serah Terima Saffron Apartment

PT Sentul City Tbk (BKSL) mengalihkan fokus pengembangan ke proyek hunian tapak di kawasan Sentul, Bogor, setelah menuntaskan serah terima Saffron Apartment.

bogortraffic.com, BOGOR — PT Sentul City Tbk (BKSL) mulai memfokuskan pengembangan pada proyek hunian tapak di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, usai menuntaskan serah terima Saffron Apartment.

Manajemen menilai langkah ini sebagai fase baru strategi bisnis perusahaan dalam memperkuat segmen residensial yang menjadi tulang punggung pertumbuhan jangka panjang.

Bacaan Lainnya

“Setelah serah terima Saffron Apartment, perseroan kini fokus pada pengembangan hunian tapak,” kata Direktur PT Sentul City Tbk (BKSL) Tjetje Muljanto, di Bogor, Sabtu (25/10/2025).

Dalam proses pengembangan tersebut, BKSL menggandeng PT Geotechnical Engineering Consultant untuk melakukan evaluasi teknis dan pengujian fisik tanah, sistem, serta metode pembangunan.

Menurut Tjetje, langkah ini merupakan bagian dari due diligence tambahan, mengingat kontur tanah di kawasan Sentul yang berbukit dan curah hujan tinggi di wilayah Bogor.

“Kajian menjadi bagian dari due diligence tambahan, mengingat kontur tanah di kawasan Sentul yang berbukit dan curah hujan tinggi di wilayah Bogor,” ujar Tjetje.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa evaluasi teknis tersebut bertujuan memutakhirkan basis desain dan mengoptimalkan metode konstruksi, sehingga pondasi rumah di kawasan tersebut lebih kuat, efisien, dan tahan terhadap kondisi alam.

“Proses evaluasi telah dilakukan secara bertahap dan proyek hunian tapak kini memasuki tahap kick-off,” kata dia.

Kawasan Sentul City yang dikembangkan BKSL mencakup area seluas 3.100 hektar dan dikenal sebagai kota mandiri berkonsep hijau yang mengedepankan keseimbangan antara pembangunan modern dan keberlanjutan lingkungan.

Konsep pengembangan ini mengintegrasikan perumahan, area komersial, pendidikan, rekreasi, dan ruang terbuka hijau, menjadikannya salah satu kawasan residensial terencana terbesar di Jabodetabek.

Secara kinerja keuangan, BKSL mencatat pendapatan neto sebesar Rp483,66 miliar hingga kuartal II-2025, dengan laba bersih mencapai Rp14,5 miliar.

Manajemen optimistis fokus pada hunian tapak akan meningkatkan penjualan dan memperkuat arus kas perseroan, seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap hunian yang lebih luas dan nyaman pasca-pandemi.

Langkah strategis ini juga dipandang sebagai upaya memperkuat posisi Sentul City sebagai kawasan investasi properti unggulan di Kabupaten Bogor, yang didukung aksesibilitas dari Tol Jagorawi dan rencana pengembangan jalur transportasi massal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan