bogortraffic.com, BOGOR – Robinhood Market, Inc., perusahaan layanan keuangan terkemuka asal Amerika Serikat, resmi mengumumkan rencana akuisisi terhadap PT Buana Capital dan PT Pedagang Aset Kripto, dua lembaga keuangan berlisensi di Indonesia. Langkah strategis ini menjadi tonggak penting ekspansi global Robinhood, sekaligus pintu masuk resmi perusahaan ke pasar Indonesia dan Asia Tenggara.
Indonesia disebut sebagai salah satu pasar paling menarik di dunia, dengan 19 juta investor pasar modal dan 17 juta investor kripto per Oktober 2025. Sepanjang tahun berjalan (YTD), IHSG tumbuh 21,5%, menjadi kinerja terbaik ketiga di ASEAN.
Generasi muda menjadi motor pertumbuhan investor nasional, di mana 54,25% investor berusia di bawah 30 tahun dan dengan cepat mengadopsi teknologi investasi digital.
Pada periode yang sama, transaksi aset kripto mencapai Rp 409,56 triliun, dengan kenaikan bulanan 27,6% pada Oktober 2025.
Robinhood: Indonesia Pasar Strategis Bernilai Tinggi
Dalam acara Corporate Action Launch di Bursa Efek Indonesia, Senin (8/12/2025), Patrick Chan, Kepala Asia Robinhood, menegaskan besarnya potensi Indonesia.
“Indonesia merupakan pasar yang tumbuh pesat untuk perdagangan, menjadikannya tempat yang menarik untuk melanjutkan misi Robinhood dalam mendemokratisasi keuangan bagi semua orang. Kami menantikan untuk menghadirkan layanan inovatif yang sama kepada masyarakat Indonesia, yang telah memperoleh kepercayaan pelanggan Robinhood di seluruh dunia,” kata Patrick Chan, Kepala Asia di Robinhood dalam acara Corporate Action Launch di Bursa Efek Indonesia, Senin (8/12/2025).
Pieter Tanuri dari Buana Capital dan PT Pedagang Aset Kripto akan tetap terlibat sebagai penasihat strategis setelah transaksi rampung.
Penguatan Ekosistem Pasar Modal Nasional
Presiden Direktur Buana Capital, Benny Hardiman Setiabrata, menyambut akuisisi ini sebagai lompatan penting bagi pasar modal Indonesia.
“Melalui sinergi ini, kita dapat menyaksikan bagaimana masyarakat Indonesia akan semakin mudah mengakses investasi global, dengan cara yang lebih terjangkau dan efisien. Akuisisi ini juga memberikan peluang besar memajukan literasi dan inklusi keuangan di Tanah Air. Dengan pengalaman Robinson yang sudah terbukti dalam membawa lebih dari 26 juta pengguna di AS untuk terlibat dalam investasi ritel, kami yakin bahwa kolaborasi ini akan membawa inovasi dan kemudahan akses bagi lebih banyak investor Indonesia untuk terlibat dalam pasar modal dan kripto global,” kata Benny.
Ia menambahkan bahwa pengalaman Robinhood yang sukses membawa lebih dari 26 juta pengguna di AS menjadi modal besar untuk memperkuat inklusi keuangan di Indonesia.
Robinhood memastikan akan melanjutkan layanan klien Buana Capital dengan produk keuangan domestik. Ke depan—setelah persetujuan regulator—Robinhood berencana menghadirkan akses ke saham AS, kripto global, dan instrumen investasi internasional lainnya.
Semua transaksi direncanakan selesai pada paruh pertama 2026, setelah memenuhi persetujuan OJK dan regulator terkait.
Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK, Edi Broto, menyampaikan bahwa kehadiran Robinhood akan membawa kompetisi positif.
“Kami mengharapkan kepatuhan penuh terhadap protokol lisensi lokal dan standar kelayakan. Kepatuhan ketat terhadap prinsip perlindungan investor, termasuk komunikasi yang transparan dan pemasaran yang bertanggung jawab. Selain itu, memastikan pengguna di Indonesia mendapatkan dukungan yang andal dan perlindungan hukum yang jelas. Kesesuaian dengan peraturan keamanan siber dan perlindungan data Indonesia,” ujar Edi.
OJK juga menekankan pentingnya perlindungan investor, keamanan siber, dan standar pemasaran yang bertanggung jawab.
Direktur Jenderal Stabilitas & Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu, Masyita Crystallin, menyebut masuknya Robinhood sebagai sinyal baik.
“Ini adalah tanda yang baik. Dan di sini Anda ingin menggunakan lebih banyak teknologi, seperti yang Anda katakan, lebih memungkinkan sistem agar investor merasa nyaman menggunakannya, berinvestasi, dan merasa aman dalam melakukannya. Kami ingin memastikan bahwa bursa lebih terbuka terhadap teknologi baru dan inovasi. Sebagai bagian dari Undang-Undang Omnibus Sektor Keuangan, kami akan mendemutualisasi bursa tahun depan,”
Ia juga menegaskan agenda pemerintah untuk mendemutualisasi bursa pada tahun 2026, sejalan dengan UU PPSK.
BEI: Sinergi yang Angkat Ekosistem Investasi Nasional
Direktur BEI, Risa E Rustam, menilai kolaborasi Robinhood dan Buana Capital akan mengakselerasi inklusi dan literasi keuangan.
“Kemitraan ini siap mempercepat tujuan bersama kami dalam inklusi dan literasi keuangan. Ini akan memberdayakan investor Indonesia dengan alat canggih dan mudah diakses untuk menavigasi tidak hanya pasar domestik tetapi juga, seiring waktu, dunia investasi yang lebih luas. Selain itu, kemitraan ini memperkenalkan budaya inovasi yang akan mengangkat seluruh ekosistem, mendorong persaingan sehat dan layanan yang lebih baik bagi semua investor,” kata Risa.
Menurutnya, kombinasi teknologi Robinhood dan keahlian lokal Buana Capital menciptakan nilai strategis bagi seluruh investor Indonesia.
Robinhood Markets, Inc. (NASDAQ: HOOD) dikenal sebagai pelopor trading tanpa komisi dengan ekosistem investasi yang mencakup saham, opsi, futures, kripto, dan layanan robo-strategy.
Buana Capital merupakan perusahaan sekuritas berizin BEI dan OJK sejak 1990, sementara PT Pedagang Aset Kripto telah berlisensi sejak 2025.






