bogortraffic.com, JAKARTA – Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia menyelenggarakan acara “Honouring Heritage and Authenticity: A Celebration of Geographical Indications” di Jakarta, sebagai momen penting untuk mengapresiasi produk Indikasi Geografis (IG) Indonesia sekaligus mempererat kerja sama perdagangan bilateral.
Dalam kesempatan ini, Uni Eropa secara resmi menyerahkan sertifikat IG Uni Eropa untuk Gula Kelapa Kulonprogo dari Yogyakarta.
Produk ini menambah daftar produk Indonesia yang telah diakui di Uni Eropa, mengikuti jejak produk-produk unggulan lainnya seperti Lada Putih Muntok dari Bangka Belitung, Kopi Arabika Gayo dari Aceh, dan Garam Amed Bali dari Bali.
Perayaan ini diadakan menyusul selesainya negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU CEPA) serta Perjanjian Perlindungan Investasi yang ditandatangani pada 23 September 2025.
Kedua perjanjian penting ini akan memberikan perlindungan timbal balik terhadap 221 produk IG Uni Eropa dan 72 produk IG Indonesia.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menekankan nilai penting dari IG.
“Indikasi Geografis bukan sekadar label. Indikasi Geografis mewakili sejarah, budaya dan komunitas. Uni Eropa bangga dapat bekerja bersama Indonesia untuk melindungi dan mempromosikan produk-produk yang mencerminkan warisan unik ini. Dengan selesainya negosiasi IEU CEPA, kita memasuki era baru kemitraan perdagangan yang lebih erat, dengan komitmen bersama terhadap kualitas dan keaslian,” kata Denis Chaibi.
Indikasi Geografis (IG) berfungsi melindungi produk dengan keunikan yang terkait dengan asal geografisnya, sekaligus membantu melestarikan pengetahuan tradisional dan mendorong pembangunan pedesaan yang berkelanjutan.
Acara “Honouring Heritage and Authenticity” dihadiri sekitar 120 tamu, termasuk pejabat pemerintah, perwakilan negara-negara anggota Uni Eropa, asosiasi perdagangan, dan pelaku bisnis.
Rangkaian acara dimeriahkan dengan penyerahan sertifikat IG, talkshow seputar promosi dan perlindungan IG di Indonesia, demo masak yang menampilkan bahan-bahan IG dalam hidangan Indonesia dan Eropa, serta resepsi.
Kerja sama yang erat antara Uni Eropa dan Indonesia ini mencerminkan kesamaan prioritas dalam bidang perdagangan, inovasi, dan pelestarian budaya, sekaligus membuka peluang pasar baru yang signifikan bagi para produsen IG Indonesia di Eropa.



