bogortraffic.com, BOGOR- Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Rena Da Frina, memberikan klarifikasi terkait kabar pemanggilan dirinya oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat sehubungan dengan mega proyek Jembatan Otista yang dilaksanakan pada 2023. Saat ini, Rena tengah maju sebagai calon Wali Kota Bogor nomor urut 4 dalam Pilkada 2024.
Rena menegaskan bahwa hingga saat ini ia belum menerima panggilan ataupun pemeriksaan dari pihak Kejati Jabar.
“Saya sudah mengetahui informasi soal pemanggilan atau pemeriksaan dari media. Namun, sampai hari ini saya tidak mendapat panggilan atau pemeriksaan dari Kejati. Jadi, informasi ini dari mana?” ujar Rena dalam keterangannya di Kota Bogor, Selasa (24/9/2024).
Dari informasi yang diterimanya, memang ada pemanggilan sejumlah pejabat terkait proyek pembangunan Jembatan Otista melalui surat Nomor: B-77/M.2.5.1/Fd.1/09/2024 dari Kejati Jabar tertanggal 20 September 2024.
Beberapa pihak yang dipanggil dalam surat tersebut antara lain Sekretaris Dinas PUPR Kota Bogor, konsultan pengawas proyek, tim penilai pekerjaan penggantian jembatan, pejabat panitia pengadaan, serta bendahara dan PPTK yang bertanggung jawab dalam proyek penggantian Jembatan Otista pada tahun anggaran 2023.
Dalam surat panggilan tersebut, pihak-pihak terkait diminta untuk memberikan keterangan dengan membawa dokumen-dokumen relevan pada hari ini, Selasa (24/9/2024).
Rena, yang sebelumnya bertanggung jawab atas proyek tersebut, menekankan bahwa dirinya belum terlibat dalam pemeriksaan yang dimaksud. Isu ini mencuat di tengah kesibukannya berkampanye sebagai salah satu kandidat dalam Pilkada Bogor 2024.
Jembatan Otista sendiri merupakan salah satu proyek strategis di Kota Bogor yang dibangun untuk meningkatkan aksesibilitas dan mengatasi kemacetan di kawasan tersebut. Proyek ini menjadi sorotan karena nilainya yang besar dan dampak yang signifikan bagi masyarakat Kota Bogor.






