Antisipasi Hidrometeorologi, BPBD Kabupaten Bogor Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

BPBD Kabupaten Bogor imbau warga tingkatkan kewaspadaan hadapi Puncak Bencana Hidrometeorologi pada Oktober.

bogortraffic.com, BOGOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Hal ini disampaikan mengingat Kabupaten Bogor mencatatkan frekuensi kejadian bencana tergolong tinggi.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, S.T., M.P., menjelaskan bahwa wilayahnya tercatat sebagai daerah dengan kerawanan tinggi berdasarkan data PUSDALOPS.

“Memang yang disampaikan bahwa Kabupaten Bogor mempunyai atau terdapat bencana yang tinggi untuk wilayah Jawa Barat. Menurut data Pusat Ops BPBD Kabupaten Bogor juga merupakan kabupaten yang tertinggi se-Indonesia, itu sudah dua kali berturut-turut,” kata Adam.

Adam menuturkan, saat ini Kabupaten Bogor berada pada fase hidrometeorologi kering yang diproyeksikan BMKG mencapai puncaknya pada Oktober, sebelum beralih ke masa transisi hidrometeorologi basah atau musim hujan.

“Untuk saat ini Kabupaten Bogor sudah memasuki bencana hidrometeorologi kering, dan puncaknya menurut BMKG itu sekitar bulan Oktober. Selepas Oktober nanti akan masuk ke bencana hidrometeorologi basah atau hujan,” ujarnya.

Pada kondisi kering, warga diimbau bijak mengonsumsi air bersih serta tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan guna mencegah kebakaran lahan. Sementara menyambut fase hujan mendatang, kesiapsiagaan terhadap banjir dan tanah longsor menjadi perhatian utama.

“Kita harus antisipasi bahaya banjir dan longsor, di mana karakteristik wilayah Kabupaten Bogor untuk bagian banjir dan longsor itu sangat tinggi. Sehingga masyarakat perlu mewaspadai yang bertempat tinggal di bukitan, lerengan ataupun di dataran rendah,” kata Adam.

BPBD Kabupaten Bogor terus memperbarui informasi kebencanaan harian dan melakukan koordinasi lintas sektor. Terkait penanganan kebakaran di TPAS Galuga, kondisi dilaporkan kian kondusif setelah diguyur hujan selama tiga hari berturut-turut, meski tim gabungan tetap menyiagakan patroli 24 jam dan pemantauan ground thermal untuk proses pendinginan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan