bogortraffic.com, BOGOR– Legenda bulu tangkis Indonesia yang kini menjabat sebagai Direktur Kepelatihan Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM), Rexy Mainaky, mempertanyakan rencana Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) untuk mengubah sistem skor pertandingan.
Dikutip dari Bernama, Senin (10/2/2025), Rexy menilai sistem skor 21 poin yang saat ini digunakan sudah efektif dan tidak perlu diubah. Ia menyarankan BWF untuk fokus pada peningkatan aspek lain yang lebih mendasar guna meningkatkan daya saing dan daya tarik olahraga bulu tangkis.
“BWF tampak sibuk dengan rencana mengubah sistem skor. Bagi saya, sistem 21 poin sudah bagus dan tidak perlu diubah,” ujar Rexy.
Sejak diperkenalkan pada 2006, sistem skor 21 poin dianggap mampu membuat pertandingan lebih intens dan menarik, sekaligus mengurangi beban fisik atlet. Namun, BWF berencana melakukan uji coba format skor 3×15 dalam beberapa turnamen mulai April hingga Oktober 2025, dengan keputusan akhir dijadwalkan pada rapat umum tahunan BWF 2026.
Sejarah sistem skor bulu tangkis sendiri telah mengalami banyak perubahan sejak pertama kali diperkenalkan pada 1873, dari format 15 poin hingga sistem 21 poin yang berlaku saat ini.
Rexy menegaskan bahwa alih-alih mengubah sistem skor, BWF seharusnya lebih fokus pada hal-hal yang lebih esensial untuk pengembangan bulu tangkis.
“Mereka (BWF) seharusnya memikirkan hal-hal lain daripada mengubah sistem skor. Saya tidak perlu menjelaskan lebih lanjut, mereka lebih tahu,” kata Rexy.
Keputusan BWF ini masih menuai pro dan kontra di kalangan pemain, pelatih, dan penggemar bulu tangkis. Namun, uji coba sistem baru akan menjadi penentu apakah perubahan ini benar-benar akan diterapkan dalam kompetisi resmi.






