Kelana Nusantara Kembali Bergulir di Kota Bogor

bogortraffic.com, Ekonomi – Kelana Nusantara yang digagas oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno kembali menggairahkan Kelana Nusantara yang sempat tertunda selama dua bulan.

“Kota Bogor siap, dan ini menjadi Kelana Nusantara pertama setelah dua bulan terhenti. Kami bertemu dengan para pelaku ekonomi kreatif yang luar biasa dan inspiratif, beberapa di antaranya sudah kami ajak ke Labuan Bajo untuk mempromosikan produk kuliner dan fashion mereka,” kata Sandiaga Uno di D’Colonel Resto, Kota Bogor.

Berita Lainnya

Dalam forum diskusi yang dihadiri oleh 50 peserta, Wali Kota Bogor, Bima Arya, serta pejabat setempat lainnya, Sandiaga Uno menyampaikan bahwa Kelana Nusantara ini bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan sektor ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.

Sandiaga menjelaskan, Program Kelana Nusantara dirancang untuk mengunjungi berbagai daerah di Indonesia dengan fokus pada penguatan ekosistem ekonomi kreatif, terutama sektor kuliner dan fashion.

“Kota Bogor memiliki potensi besar dalam ekonomi kreatif, terutama karena kreativitas yang dimiliki oleh para pelaku industri lokal.” Ujar Sandiaga

Sebelumnya, Menparekraf juga hadir dalam acara workshop Kabupaten/Kota Kreatif di Bogor Creative Center untuk memperkuat ekosistem kreatif di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno menyebutkan bahwa Kota Bogor direncanakan menjadi tuan rumah dalam waktu dekat, mengingat kreativitas tinggi dan peran penting ekonomi kreatif di kota tersebut.

Menparekraf menggarisbawahi bahwa Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor harus mengusung semangat 3-G, yaitu Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), dan Gaspol (Garap Semua Potensi Online).

Program Kelana Nusantara ini juga diharapkan dapat memajukan kampung tematik di Kelurahan Mulyaharja dan Kelurahan Sindangsari melalui pendampingan, meningkatkan aksesibilitas, daya tarik, dan fasilitas.

Dalam konteks lebih luas, Sandiaga Uno menyebutkan pentingnya ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy) sebagai masa depan Indonesia. Program ini juga diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor ekonomi kreatif.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan