bogortraffic., RAGAM- Sholat hajat adalah salah satu bentuk ibadah yang dilakukan ketika seseorang memiliki keinginan atau hajat, baik yang berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat. Penting untuk diingat, hajat yang dimaksud haruslah sesuatu yang baik, bukan untuk perbuatan dosa atau maksiat.
Mengutip dari buku “Ensiklopedia Sholat Hajat” karya Rafi’udin, S.Ag., jumlah rakaat dalam sholat hajat bervariasi, sedikitnya dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, di mana setiap dua rakaat diakhiri dengan salam. Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian sholat dua rakaat dengan sempurna, maka Allah akan memberikan apa yang ia minta, cepat atau lambat.” (HR Ahmad dari Abu Darda’).
Sholat hajat memiliki banyak manfaat dan fadhilah. Sholat ini merupakan salah satu cara terbaik untuk bermunajat dan memohon kepada Allah SWT agar hajat yang diinginkan dapat dikabulkan dan memperoleh rida-Nya.
Sholat sunnah hajat dapat dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam, asalkan tidak dilakukan pada waktu-waktu yang terlarang untuk sholat. Namun, waktu yang paling dianjurkan untuk melaksanakan sholat hajat adalah pada malam hari, terutama pada sepertiga malam terakhir, karena saat itulah waktu yang paling mustajab untuk memohon kepada Allah.
Dengan mengerjakan sholat hajat, diharapkan setiap keinginan yang baik dan diridhoi oleh Allah SWT dapat terkabul, sekaligus menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya dalam setiap langkah kehidupan.
Adapun tata cara pelaksanaan sholat hajat 4 rakaat dengan 2 kali salama dalah sebagai berikut.
Niat Sholat Hajat 4 Rakaat
Sebelum melaksanakan sholat hajat 4 rakaat, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu niat sholat hajat:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal-hajaati arba’a raka’aatin lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunah hajat empat rakaat karena Allah SWT.”
Tata Cara Sholat Hajat 4 Rakaat
Mengutip buku Shalat Hajat oleh Ghaida Halah Ikram, sholat hajat dilakukan sendiri, tidak berjamaah. Begini tata cara sholat hajat 4 rakaat:
- Niat sholat hajat di dalam hati.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan surah Al Fatihah, kemudian membaca salah satu surat di dalam Al-Qur’an.
- Rukuk sambil membaca tasbih tiga kali.
- Iktidal sambil membaca bacaannya.
- Sujud yang pertama sambil membaca tasbih tiga kali.
- Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya.
- Lakukan sujud kedua sambil membaca tasbih tiga kali.
- Setelah menyelesaikan rakaat pertama, lanjutkan dengan rakaat kedua seperti tata cara di atas, kemudian lakukan tasyahud akhir. Setelah itu, membaca salam dua kali.
- Jika sholat dilaksanakan sebanyak empat rakaat dengan satu salam, maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa melakukan tasyahud awal.
- Kemudian lanjutkan rakaat ketiga dan keempat, lalu tasyahud akhir dan membaca salam dua kali.
Doa setelah Sholat Hajat
Masih mengutip buku yang sama, setelah sholat hajat dianjurkan membaca doa hajat sebagai berikut:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil ‘arsyil karimil ‘azhim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. As’aluka mujibati rahmatik, wa ‘aza ‘ima maghfiratik, wal ghanimata mingkulli birrin, wassalamata mingkulli itsmin. La tada’ li dzanban illa ghafartah, wala hamman illa farrajtah, wala hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin.
Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Maha Lembut dan Maha Penyantun, Mahasuci Allah Tuhan Pemelihara Arsy’ yang Mahaagung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu, serta memperoleh keuntungan pada tiap-tiap kebaikan dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa segala dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa pada diriku melainkan Engkau ampuni, dan tidak ada suatu kesulitan melainkan Engkau memberi jalan keluar, dan tidak pula suatu hajat/keinginan yang mendapat kerelaan-Mu melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Abu Aufa)
Selain itu, setelah selesai sholat hajat dan berdoa, kita hendaknya memperbanyak dzikir terutama istigfar sebanyak 100 kali. Berikut bacaannya,
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Astaghfirullahal ‘azhim
Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Mahaagung.”
Kemudian membaca sholawat Rasulullah SAW sebanyak 100 kali. Berikut bacaannya,
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاةَ الرِّضا وَارْضَ عَنْ اَصْحَابِه رِضَاءَ الرِّضا
Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammadin shalatarridha wardha’an ashhabihir riddharridha
Artinya: “Wahai Tuhanku, limpahkan kesejahteraan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, kesejahteraan yang diridai, dan ridailah sahabat-sahabat beliau semuanya.”
Setelah itu, sampaikan atau mohonlah apa yang menjadi kebutuhan atau hajat kepada Allah SWT dengan khusyuk sambil bersujud serta memperbanyak bacaan berikut,
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Laa ilaha illaa anta subhanaka inni kuntu minazh-zhalimin
Artinya: “Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku ini adalah dari golongan orang-orang yang berbuat aniaya.”






