bogortraffic.com, BANYUWANGI – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat merespons peningkatan signifikan arus kendaraan di Pelabuhan Ketapang pasca berakhirnya kebijakan pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas.
Lonjakan kendaraan yang didominasi truk logistik ditangani melalui langkah taktis dan kolaborasi lintas sektor guna menjaga kelancaran distribusi menuju Pulau Bali.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menegaskan bahwa perusahaan memprioritaskan penanganan terintegrasi demi kenyamanan pengguna jasa di lintas Ketapang–Gilimanuk.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa. Saat ini, ASDP bersama seluruh stakeholder terus memperkuat penenangan agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal,” ujar Windy Andale.
Untuk mempercepat proses bongkar muat, ASDP menerapkan pengaturan pola muatan yang lebih terstruktur. Dermaga 1, 2, dan 3 dikhususkan bagi kendaraan penumpang (roda dua, roda empat, dan bus), sementara Dermaga 4 dan LCM dimaksimalkan untuk kendaraan logistik. Strategi ini terbukti efektif mengurangi mixing conflict sehingga operasional menjadi lebih efisien.
Selain pengaturan internal, dukungan pengamanan eksternal menjadi kunci. Mabes TNI mengerahkan 365 personel lintas matra untuk menjaga ketertiban arus kendaraan menuju pelabuhan.
“Kami mengapresiasi dukungan TNI yang turut mempercepat penguraian antrean dan menjaga ketertiban arus kendaraan,” tambah Windy.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah mempercepat waktu putar kapal.
“Kami memastikan seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah. Fokus kami adalah mempercepat turn around time kapal agar antrean kendaraan dapat segera berkurang,” jelas Arief Eko.
Guna mencegah akumulasi kepadatan di dalam pelabuhan, ASDP mengoptimalkan area buffer zone. Area Pusri difungsikan untuk menampung 150 truk sumbu tiga, sementara buffer zone Bulusan mampu menampung hingga 600 unit truk campuran.
Berdasarkan data Posko Ketapang hingga H+10 (1/4/2026), tercatat 47.961 penumpang menyeberang ke Bali, naik 16% dibanding tahun lalu. Secara kumulatif, total pergerakan mencapai 761.391 penumpang dan 201.676 unit kendaraan. Hingga Kamis (2/4) petang, antrean dari arah utara terpantau mencapai sekitar 7 km, namun arus dari tollgate menuju dermaga tetap bergerak stabil dengan waktu tempuh 20 hingga 35 menit.
ASDP mengingatkan bahwa kecepatan penguraian antrean sangat bergantung pada kedisiplinan pengendara. Pengguna jasa diimbau tidak melawan arus karena dapat memperparah kemacetan di lapangan.
“Kami terus mengintensifkan kolaborasi agar kondisi segera normal. Dukungan dan kepatuhan pengguna jasa menjadi kunci percepatan penguraian antrean,” tutup Windy.






