bogortraffic.com, JAKARTA – GPR Institute sukses menyelenggarakan 6th GPR Forum & Awarding Ceremony 2026 yang meliputi 6th TOP GPR Award 2026, 4th TOP GPR Figure Award 2026, dan 4th TOP GPR Leader Award 2026 di Grand Capitol Ballroom, Manhattan Hotel, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Mengusung tema “AI for GPR: Membangun Komunikasi Publik Pemerintah yang Efektif, Terpercaya, Adaptif, dan Beretika di Era Artificial Intelligence,” ajang ini menjadi momentum strategis bagi insan kehumasan pemerintah.
Founder GPR Institute, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) membawa perubahan mendasar dalam praktik komunikasi publik.
“Artificial Intelligence membuka peluang besar bagi pemerintah untuk menghadirkan komunikasi publik yang lebih cepat, efektif, dan adaptif. Namun, teknologi harus tetap ditempatkan sebagai instrumen pendukung. Esensi komunikasi publik terletak pada kemampuan pemerintah membangun dialog, memahami kebutuhan masyarakat, serta menjaga kepercayaan melalui informasi yang akurat, transparan, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Direktur GPR Institute, Arief Munajad, S.E., M.M., yang menekankan pentingnya menjaga kepercayaan di tengah derasnya arus informasi digital.
“Di tengah kondisi ketika informasi bergerak begitu cepat, komunikasi publik tidak lagi cukup hanya dengan menyampaikan informasi. Komunikasi publik harus mampu membangun pemahaman, menghadirkan kepercayaan, dan menjaga reputasi,” ucap Arief.
Co-Founder GPR Institute, Tri Raharjo, S.E., M.M., CDMs., CPR, menjelaskan bahwa penilaian penghargaan menggunakan pendekatan riset digital dengan tiga parameter utama: Digital Awareness Aspect, Digital Media & Website Aspect, serta Social Media Aspect.
“Metodologi penilaian TOP GPR Award 2026 dirancang untuk melihat kinerja komunikasi digital instansi pemerintah melalui pendekatan riset yang terukur dan berbasis bukti. Tiga parameter utama, yaitu Digital Awareness Aspect, Digital Media & Website Aspect, dan Social Media Aspect, digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai visibilitas digital, kualitas kanal informasi resmi, serta pemanfaatan media sosial dalam menjangkau masyarakat,” jelas Tri Raharjo.
Sementara itu, Dr. Kussusanti, M.Si. dari Universitas Al-Azhar Indonesia menyebut kolaborasi riset ini dirancang untuk memastikan penilaian kepemimpinan berlangsung objektif dan transparan.
“Kolaborasi ini menjadi upaya untuk menghadirkan apresiasi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian, tetapi juga pada kualitas inovasi, peran kepemimpinan, dan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui penilaian yang objektif dan berbasis bukti, kami berharap praktik-praktik baik dalam pemerintahan dapat teridentifikasi, diapresiasi, dan menjadi inspirasi bagi institusi lainnya,” ungkapnya.
Penghargaan 6th TOP GPR Award 2026 diserahkan kepada sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kehutanan RI, Kemendiktisaintek RI, serta Badan Karantina Indonesia. Penghargaan untuk tokoh pimpinan (Figure Award) diberikan kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Kepala BNN Suyudi Ario Seto, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding, dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani.
Melalui ajang ini, GPR Institute berharap seluruh insan humas pemerintah dapat terus memperkuat strategi komunikasi yang adaptif, profesional, dan beretika.





