bogortraffic.com, BOGOR – Inovasi di bidang pangan kembali hadir dari mahasiswa Indonesia. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K), sekelompok mahasiswa IPB University berhasil menghadirkan inovasi keju berbasis nabati dari bahan lokal kacang Bogor.
Kacang Bogor selama ini lebih dikenal sebagai camilan tradisional hasil rebusan yang kerap dijajakan pedagang kaki lima. Meskipun mudah ditemukan, pemanfaatannya sebagai bahan baku pangan modern dinilai masih terbatas.
Melihat peluang tersebut, tim yang beranggotakan Muhammad Ihsan Sulaiman, Octari Rahmawati, Yusup Cahyadi, Salsabilla Meidiyanti, dan Naena Salsabila mengembangkan kacang Bogor menjadi produk yang lebih inovatif.
Dilansir dari laman IPB, para mahasiswa ini mengolah kacang Bogor dan santan menjadi keju oles berbahan nabati yang diberi nama BOCHEZ (Bogor Nut Cheese).
Ketua tim, Muhammad Ihsan Sulaiman, menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari keinginan untuk menghadirkan produk pangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Lantaran seluruh bahan yang digunakan bersifat plant-based, produk ini dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang menjalani pola makan vegan maupun mereka yang memiliki intoleransi laktosa.
“Kami ingin menciptakan keju nabati yang bisa dinikmati semua kalangan, termasuk vegan dan mereka yang memiliki intoleransi laktosa. Kacang bogor kami pilih karena potensinya besar, namun selama ini belum dimanfaatkan maksimal sebagai bahan pangan olahan modern,” kata Ihsan, dikutip dari laman IPB.
Tidak hanya menawarkan konsep baru, BOCHEZ juga telah melalui serangkaian uji laboratorium.
Hasilnya menunjukkan bahwa produk ini memiliki banyak keunggulan, mulai dari bebas gula, rendah lemak, bebas kolesterol, hingga menjadi sumber serat.
“Produk ini juga telah memperoleh sertifikat halal, serta tervalidasi bebas hewani dan laktosa, menjadikannya aman dikonsumsi berbagai kelompok masyarakat,” tambahnya.
Saat ini, tim mahasiswa tersebut fokus menyempurnakan formulasi BOCHEZ agar memiliki tekstur yang lebih stabil selama penyimpanan.
Selain itu, mereka juga sedang mempersiapkan proses registrasi ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar produk ini dapat dipasarkan secara lebih luas dan memenuhi standar peredaran pangan nasional.
Dengan inovasi ini, kacang Bogor tidak hanya menjadi camilan tradisional, tetapi juga berpotensi naik kelas menjadi produk pangan modern yang bernilai ekonomi tinggi.





