bogortraffic.com, JAKARTA – Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita, BRI yang fokus pada pemberdayaan UMKM mengakselerasi berbagai inisiatif pembiayaan, ketahanan pangan, hingga pemerataan ekonomi desa.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa momen ini menjadi pijakan penting bagi perseroan untuk terus menyelaraskan strategi bisnis dengan prioritas nasional.
“Pemerintah telah menempatkan penguatan ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan pembangunan sebagai prioritas nasional. Bagi BRI, arah kebijakan tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan karakteristik bisnis dan mandat perseroan. Oleh karena itu, kami terus memastikan bahwa berbagai program pemerintah dapat diterjemahkan menjadi akses pembiayaan, pemberdayaan, dan layanan keuangan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ujar Hery.
Delapan Capaian Utama BRI dalam Memperkuat Asta Cita:
-
Penyaluran Kredit UMKM: Mencapai Rp1.235,4 triliun hingga triwulan II 2026 (tumbuh 8,6% YoY), atau menyerap 75,1% dari total portofolio kredit perseroan.
-
Pembiayaan Sektor Pertanian: Menyerap dana sebesar Rp239,46 triliun guna mendukung swasembada pangan nasional.
-
Penyaluran KUR: Terealisasi Rp167,01 triliun kepada 2,7 juta debitur per September 2026 (87,9% dari alokasi tahunan), dengan porsi terbesar mengalir ke sektor produksi.
-
Holding Ultra Mikro (UMi): Melayani 33,8 juta debitur aktif dan mendorong 2,3 juta nasabah naik kelas.
-
Pemberdayaan UMKM & Desa: Menjangkau 6.351 Desa BRILiaN, 45 ribu klaster KlasterkuHidupku, serta membina 17,6 juta UMKM lewat platform linkumkm.
-
Program Perumahan Rakyat: Penyaluran KPR Subsidi mencapai Rp19,81 triliun untuk 144 ribu debitur (98% skema FLPP) serta penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp12,60 triliun.
-
Penguatan Ekonomi Desa: Mengoptimalkan jaringan AgenBRILink untuk mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
-
Inklusi Keuangan Nasional: Siap mendukung arahan Presiden Prabowo dalam memperluas kepemilikan rekening perbankan bagi seluruh masyarakat.
“BRI memiliki semangat yang sama dengan pemerintah untuk memastikan pembangunan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan dukungan jaringan yang luas dan ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi, kami akan terus mengambil peran aktif dalam mendukung terwujudnya ekonomi kerakyatan yang semakin inklusif dan berkelanjutan,” imbuh Hery.
Ia menegaskan, BRI berkomitmen memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat di seluruh pelosok negeri.
“Melalui penguatan pembiayaan produktif, pemberdayaan UMKM, perluasan inklusi keuangan, serta optimalisasi layanan hingga pelosok negeri, BRI berkomitmen memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat,” pungkas Hery.





